Oleh: Fendyta Putri Mayla Sari, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) memberikan edukasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada siswa SD Negeri 1 Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut dikemas secara menarik melalui pengenalan tanaman obat, praktik penanaman, hingga pengolahan minuman herbal sederhana.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu yang dilaksanakan oleh Fendyta Putri Mayla Sari, mahasiswa Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi. Mengusung tema “Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pengolahan Minuman Herbal sebagai Edukasi Pola Hidup Sehat pada Anak Sekolah Dasar”, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan pemanfaatan tanaman di lingkungan sekitar sekaligus menanamkan kesadaran hidup sehat kepada anak sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman yang termasuk dalam TOGA, di antaranya jahe, kunyit, serai, kencur, dan lidah buaya. Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana dan interaktif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami nama, ciri, serta pemanfaatan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya mendapatkan materi, siswa juga diajak melakukan praktik penanaman tanaman obat secara langsung. Bersama mahasiswa KKN, para siswa belajar menyiapkan media tanam, menanam tanaman, serta memahami cara sederhana dalam melakukan perawatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli siswa terhadap lingkungan sekaligus memberikan pengalaman bahwa tanaman obat dapat dibudidayakan dengan mudah di sekitar rumah maupun sekolah.
Menariknya, program kerja individu tersebut juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan. Kolaborasi lintas fakultas ini dilakukan dalam kegiatan pengolahan bahan herbal menjadi minuman. Jika mahasiswa Fakultas Pertanian memberikan pemahaman mengenai tanaman dan cara budidayanya, mahasiswa Fakultas Teknologi Pangan turut memberikan edukasi mengenai pengolahan bahan menjadi produk minuman yang dapat dikonsumsi.
Para siswa kemudian diperkenalkan dengan proses pengolahan minuman herbal sederhana. Mulai dari pemilihan bahan, pencucian, persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian. Dalam praktik tersebut, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan dan peralatan agar minuman yang dihasilkan tetap higienis.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti penyampaian materi, menjawab pertanyaan, serta terlibat dalam praktik penanaman dan pengolahan minuman herbal. Kegiatan yang menggabungkan penyampaian materi dengan praktik secara langsung membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi siswa.
Fendyta mengatakan, pengenalan TOGA kepada anak sekolah dasar menjadi salah satu cara sederhana untuk memberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat sekaligus mengenalkan potensi tanaman yang ada di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui berbagai jenis tanaman obat, tetapi juga mampu mengenali manfaatnya secara umum, mengetahui cara menanam dan merawatnya, serta memahami proses pengolahan bahan herbal secara sederhana.
Kolaborasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pangan juga menjadi bentuk sinergi keilmuan dalam pelaksanaan KKN. Pengetahuan mengenai budidaya tanaman dipadukan dengan pengetahuan mengenai pengolahan pangan sehingga edukasi yang diberikan kepada siswa menjadi lebih lengkap dan aplikatif.
Kegiatan di SD Negeri 1 Hadiluwih tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa serta mendorong mereka untuk mulai mengenal dan memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar secara bijak. Edukasi sejak dini ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan, lingkungan, dan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (ist/***)
