Defisit Guru Kian Mendesak, Pemkab Karanganyar Ajukan Hampir 200 Formasi CPNS ke Pusat

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar resmi mengajukan usulan hampir 200 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke pemerintah pusat. Langkah ini diambil guna mengatasi krisis kekurangan pegawai daerah, terutama tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang jumlahnya kian tergerus akibat tingginya angka pensiun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyampaikan bahwa jumlah yang diusulkan telah mengacu pada analisis kebutuhan pegawai serta laporan proyeksi pensiun tahunan yang dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami telah mengajukan hampir 200 formasi yang beragam, tetapi terbanyak untuk pendidikan dan kesehatan,” kata Kurniadi saat ditemui usai penyerahan SK Pensiun Guru di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (31/8/2026).

Kurniadi memaparkan, defisit tenaga pendidik di Karanganyar sudah pada tahap mengkhawatirkan karena angka guru yang memasuki purna tugas dapat mencapai hingga 500 orang setiap tahunnya. Guna menjaga operasional sekolah tetap berjalan, pihak Pemkab memaksimalkan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga memberlakukan sistem pengampu ganda bagi guru yang ada.

Saat ini, Pemkab Karanganyar masih menanti keputusan penetapan formasi resmi serta jadwal pelaksanaan seleksi dari pemerintah pusat.

Defisit Terparah di Jenjang Sekolah Dasar

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno, mengalkulasi kekosongan tenaga pendidik di Karanganyar saat ini menyentuh angka 350 orang. Kondisi ini dipicu oleh laju pensiun bulanan yang cukup tinggi.

“Hampir setiap SD rata-rata kekurangan satu hingga dua guru. Selain itu, setiap bulan ada 25 sampai 30 pendidik dan tenaga kependidikan yang pensiun,” terang Hendro.

Per 1 September 2026 saja, tercatat ada 25 pendidik dan tenaga kependidikan yang resmi purna tugas. Gelombang pensiun ini tidak hanya mengosongkan posisi guru kelas, tetapi juga memicu kekosongan pada jabatan kepala sekolah di tingkat SD maupun SMP yang saat ini sedang dalam proses pembahasan pengisian.

Strategi Taktis: Tarik ASN TK ke SD

Sembari menunggu kepastian kuota rekrutmen CPNS dari pusat, Disdikbud Karanganyar menjalankan strategi darurat untuk menutupi celah kekurangan guru di Sekolah Dasar. Pihaknya memutuskan untuk menarik ASN yang selama ini ditempatkan di Taman Kanak-Kanak (TK) untuk diperbantukan mengajar di SD.

Dari total sekitar 300 ASN yang berada di jenjang TK, sebanyak 105 orang telah ditarik pada tahap pertama. Penarikan ini rencananya akan terus dilakukan secara bertahap hingga tiga gelombang.

Pemkab Karanganyar berharap kuota formasi yang diusulkan dapat disetujui sepenuhnya oleh pemerintah pusat agar mutu layanan pendidikan dan pelayanan kesehatan di daerah tetap terjaga secara optimal. ( bre )