Oleh: Tim KKN PPM Kelompok 51 Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN-Di kawasan Bengawan Solo, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, tumbuh sebagai kawasan agraris subur. Namun di balik hamparan sawah, ada denyut ekonomi lain: usaha kecil menengah, jasa, hingga kerajinan warga. Hanya saja, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut, sehingga sulit dijangkau konsumen luar desa.
Melihat celah tersebut, mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 51 Desa Karanganyar hadir dengan program “Pemberdayaan Potensi UMKM melalui Pemasaran Online, Google Maps dan Peta Visual”, bagian dari tema KKN UNISRI 2025/2026 tentang peran mahasiswa dalam pemberdayaan desa demi kemandirian ekonomi di Kabupaten Sragen.
Rangkaian kegiatan dimulai dari survei dan pendataan UMKM di sejumlah dukuh Karanganyar pada akhir Juli–awal Agustus. Mahasiswa lalu menyebarkan undangan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Karanganyar pada 9 Agustus 2026, dengan materi strategi pemasaran digital dan optimasi Google Maps oleh Dosen Narasumber Pramudya Ibnu Subrata, S.M., M.M.
Sosialisasi ini menjadi pintu masuk bagi warga mengenal pemasaran digital. Mahasiswa turun langsung mendampingi pelaku UMKM mendaftarkan titik lokasi dan profil usahanya di Google Maps, sehingga toko warga bisa ditemukan konsumen luar daerah tanpa biaya promosi mahal. Tim KKN juga menyusun peta visual yang memetakan persebaran UMKM di desa tersebut.
Manfaat program ini dirasakan tiga pihak: pelaku UMKM memperoleh wawasan soal pemasaran digital dan jangkauan pasar lebih luas, masyarakat lebih mudah mengakses informasi lokasi usaha, sementara Pemerintah Desa Karanganyar memperoleh data yang menjadi rujukan program pemberdayaan ekonomi ke depan.
Program ini tak lepas dari tantangan. Jumlah UMKM yang terbatas membuat pendataan perlu dilakukan cermat, sosialisasi yang jatuh pada hari Minggu membuat sebagian pelaku usaha berhalangan hadir, dan ada UMKM yang masih ragu mencantumkan usahanya di Google Maps karena pertimbangan keamanan informasi.
Bagi mahasiswa Kelompok 51, program ini adalah ruang nyata menerapkan ilmu bangku kuliah sekaligus mengasah kepekaan sosial, mulai dari survei hingga peresmian peta visual UMKM pada 31 Agustus 2026.
Meski KKN telah usai, jejak yang ditinggalkan diharapkan tidak berhenti begitu saja. Data UMKM, titik lokasi di Google Maps, dan peta visual yang dirintis mahasiswa diharapkan terus dirawat dan dimanfaatkan warga maupun pemerintah desa sebagai fondasi perkembangan UMKM dan perekonomian Desa Karanganyar di masa mendatang. (ist/***)
