Bank Jateng Friendship Run Boyolali Berlangsung Meriah, Gratiskan 4500 Porsi Soto dan Nasi Tumpang 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah  Sumarno didampingi Direktur Bisnis Dana & Jasa Bank Jateng Anna Kusumarita serta Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo (belakang) usai kegiatan Bank Jateng Friendship Run Boyolali pada Minggu 30 Agustus 2026. (yull/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-BOYOLALI, – Bank Jateng Friendship Run Boyolali pada Minggu 30 Agustus 2026, menjadi bagian dari rangkaian menuju satu dekade penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026.

Sekitar 1.000 pelari itu menempuh jarak 5 km dengan start dan finish di depan Kantor Bupati Boyolali. Para peserta nampak semangat mengikuti ajang lari tersebut. Sesuai namanya para peserta tak hanya mengenakan kaos saja. Ada yang mengenakan pakaian ala wayang, atau kostum sapi, ada pula yang membawa kardus besar dibentuk kotak susu. Bahkan ada satu peserta yang menggendong hiasan stupa Candi Borobudur. Selain itu, panitia juga menyediakan ribuan porsi kuliner khas Jateng yang disajikan secara gratis kepada masyarakat.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno, kegiatan Bank Jateng Friendship Run tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persahabatan dan kebersamaan masyarakat.

“Bank Jateng Friendship Run menjadi ruang yang menyatukan masyarakat dalam semangat persahabatan dan kebersamaan. Kita tim dan tidak bisa kerja sendiri,” katanya.

Kegiatan pagi itu, lanjut Sumarno, untuk memperingati HUT Jateng, Jawa Tengah 81 Gemruget Nyawiji. Sekaligus menjadi ajang pemanasan resmi yang mengawali langkah menuju puncak perhelatan akbar satu dekade Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2026.

“Puncak acara Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 15 November2026 di kawasan bersejarah Candi Borobudur, Kabupaten Magelang,” katanya disela acara.

Dijelaskan, rangkaian Bank Jateng Friendship Run 2026 dilaksanakan secara khusus di 2 kota. Yaitu Boyolali yang dilaksanakan hari ini dan Kota Semarang yang akan digelar pada tanggal 20 September 2026 mendatang.

Penyelenggaraan acara di Boyolali, lanjutnya, bertepatan langsung dengan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah, menjadikannya persembahan istimewa kolaborasi antara olahraga, budaya, dan selebrasi kerakyatan.

“Kegiatan olah raga merupakan salah satu bagian menjaga masyarakat tetap sehat. Jadi, kami menyarankan untuk warga Jawa Tengah untuk tidak menggunakan BPJS untuk cek kesehatan saja, tapi tidak untuk berobat. Tidak memakai tapi kita harus selalu menjaga pola hidup sehat,” paparnya.

Tidak hanya berlari, untuk memeriahkan kegiatan tersebut, panitia juga menggelar senam massal serta menyediakan ribuan porsi kuliner khas Jateng yang disajikan secara gratis kepada masyarakat.

“Boyolali dikenal sebagai Kota Soto dan nasi Tumpang. Jadi setelah lari, masyarakat dan peserta bisa menikmati sekitar 4.500 porsi soto dan nasi tumpang gratis,” katanya.

Salah satu peserta, Taufik mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. “Senang, bisa ikut olahraga lari ini. Lari dengan fun atau senang, bahkan sembari bergurau dengan sesame peserta,” ujarnya.

Sementara, Direktur Bisnis Dana dan Jasa Bank Jateng, Anna Kusumarita menyatakan, pihaknya mendukung agenda tersebut. Tak hanya itu saja, pihaknya juga menghadirkan UMKM yang berkualitas dan hiegines guna menambah kemeriahan acara.

“Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026 hadir sebagai panggung kolaboratif yang merefleksikan komitmen Bank Jateng untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Jawa Tengah.”

Dan lewat sinergi olahraga, pemberdayaan UMKM binaan, dan apresiasi kearifan lokal, Bank Jateng siap mengawal perjalanan menuju puncak perhelatan internasional Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 di kawasan Candi Borobudur Magelang pada 15 November mendatang. (Yull/***)