Oleh: Grace Sheila Pretty Maharani
Mahasiswa Program Studi: Manajemen- Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN -Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan pendampingan bagi pelaku UMKM kuliner di Dukuh Purwosari, Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 3 Agustus 2026 oleh Grace Sheila Pretty Maharani, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta, melalui program kerja individu yang berfokus pada pendampingan pengelolaan usaha. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu manajemen secara langsung di tengah masyarakat.
Pendampingan dilakukan karena sebagian pelaku UMKM kuliner di Dukuh Purwosari masih mengelola usaha secara sederhana. Pemasukan dan pengeluaran belum selalu dicatat secara rutin, sehingga kondisi keuangan usaha belum dapat dipantau dengan baik. Selain itu, beberapa pelaku usaha belum memiliki daftar menu yang mencantumkan jenis makanan dan harga secara jelas. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan program pendampingan agar pengelolaan usaha dapat dilakukan dengan lebih tertib.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyediakan buku pencatatan keuangan dan daftar menu atau pricelist. Buku pencatatan digunakan untuk membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran, sedangkan pricelist digunakan untuk memudahkan konsumen memperoleh informasi mengenai produk dan harga. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaku UMKM dan memberikan penjelasan mengenai penggunaan kedua sarana tersebut.
Pelaksanaan kegiatan mendapat tanggapan positif dari pelaku UMKM yang menjadi sasaran pendampingan. Pelaku usaha dapat memahami fungsi buku pencatatan keuangan dan pricelist yang diberikan. Buku tersebut dapat digunakan untuk mencatat transaksi usaha, sementara daftar menu dapat membantu menyampaikan informasi produk kepada konsumen dengan lebih jelas. Dengan adanya sarana tersebut, pelaku UMKM memiliki pendukung dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada saat program KKN-PPM selesai. Pelaku UMKM diharapkan dapat melanjutkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara rutin serta memperbarui daftar menu apabila terdapat perubahan produk maupun harga. Melalui langkah sederhana tersebut, sehingga pengelolaan UMKM kuliner di Desa Brojol dapat berkembang secara bertahap dan turut mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. ( ist/**)
