Cegah Dampak AI dan Kerek Minat Baca, Karanganyar Gelar Festival Literasi Pallawa 2026

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Guna mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus meningkatkan budaya membaca, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Karanganyar menggelar Festival Literasi Pesona Literasi Lereng Lawu Karanganyar (Pallawa) 2026.

Acara bertema “Membaca, Berkarya, dan Menginspirasi” tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 29 September hingga 2 Oktober 2026, di Perpustakaan Daerah Karanganyar. Festival ini dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Nurhayati, pada Rabu (30/9/2026).

Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang turut hadir dalam pembukaan menegaskan bahwa kecerdasan buatan merupakan tantangan nyata bagi generasi muda karena mampu mengadopsi dan memanipulasi banyak hal. Meski begitu, AI tidak akan pernah bisa menggantikan aspek mendasar manusia, yaitu empati dan perasaan.

“AI bisa mengerjakan banyak hal, tetapi tidak memiliki empati dan rasa. Tugas kita bersama adalah bagaimana menanamkan budaya gemar membaca dan literasi di Kabupaten Karanganyar. Karena dengan membaca buku, wawasan kita bertambah dan imajinasi kita akan terus berkembang,” ujar Adhe.

Adhe juga menghubungkan pentingnya penguatan literasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini dengan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan fisik seperti fasilitas rumah sakit di daerah tetap memerlukan SDM unggul dan berliterasi tinggi agar fungsinya optimal.

Luncurkan Program Mobil Pijar dan Serbuk Berlian

Selain sebagai ruang kolaborasi edukatif, Pallawa 2026 menjadi ajang peluncuran sejumlah program strategis literasi. Di antaranya adalah peluncuran Mobil Pengawal Literasi Maju Karanganyar (Pijar), program Sesarangan Ibu Mengabdi Literasi untuk Anak Karanganyar (Serbuk Berlian) hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, serta penyediaan fasilitas Titik Baca Digital.

Bunda Literasi Karanganyar, dr. Farida Nurhayati, memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya inovasi berkonsep jemput bola melalui Serbuk Berlian dan armada Mobil Pijar.

“Melalui program berkonsep jemput bola ini, tim Disarpus akan melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah tingkat PAUD dan TK. Tak hanya itu, disiapkan pula armada mobil khusus bernama Pijar untuk memboyong anak-anak secara bergantian menuju Gedung Perpustakaan Daerah,” jelas dr. Farida.

Mobil Pijar diproyeksikan mampu menampung sekitar 15 anak per trip untuk diantar dari sekolah ke perpustakaan daerah, di mana mereka akan diajak mengenali lingkungan perpustakaan serta mengikuti berbagai kegiatan interaktif.

Sedot 1.300 Pengunjung hingga Hari Kedua

Kepala Disarpus Karanganyar, Nurhayati, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa festival yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2026 dari Perpusnas RI ini bertujuan untuk memperkuat ruang kolaborasi dan media edukasi yang berkelanjutan.

Hingga hari kedua pelaksanaan, antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Festival ini telah mencatatkan 1.300 pengunjung dari target keseluruhan sebanyak 2.000 orang.

Rangkaian pembukaan acara dimeriahkan dengan pemukulan gong dan pentas seni dari LPK Kembang Lawu—mitra Disarpus dalam program kelas menari gratis Karanganyar Suka Menari (Kasuari). Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, BUMD, serta Ketua Bhayangkari.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan piala Lomba Perpustakaan Desa 2026 oleh Bupati Karanganyar serta penyerahan Sertifikat Identifikasi Naskah Kuno dari Perpusnas RI untuk enam naskah kuno daerah tahun 2025, termasuk naskah yang bersumber dari Museum Keris Brojobuwono. ( bre )