KKN Kelompok 95 Unisri Ajak Generasi Muda Desa Kecik Kenali Bahaya Narkoba dan Judi Online

Oleh: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 95 Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

1. Silva Rosanda (Prodi Bimbingan dan Konseling.

2. ⁠Tanjung Yana Andini (Prodi Ilmu Hukum) 

3. ⁠Depa Bagus Prakoso ( Prodi Ilmu Komunikasi)

4. Rizki Setiawan (Prodi Ilmu       Administrasi Negara)

Fokus Jateng-SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 95 Universitas Slamet Riyadi Surakarta mengajak generasi muda Desa Kecik, Sragen, untuk lebih peduli terhadap bahaya narkoba dan judi online melalui kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif. Kegiatan ini menyasar remaja dan Karang Taruna sebagai langkah untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai berbagai risiko yang dapat memengaruhi kehidupan, pergaulan, serta masa depan generasi muda.

Kegiatan edukasi ini menghadirkan materi yang disampaikan oleh mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Pembahasan tidak hanya berfokus pada bahaya narkoba dari sisi hukum, tetapi juga melihatnya dari perspektif psikologi dan Bimbingan dan Konseling (BK). Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak judi online yang saat ini semakin mudah ditemukan di lingkungan digital.

Salah satu materi disampaikan oleh Yana melalui tema “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja Karang Taruna dalam Tinjauan Yuridis”. Dalam penyampaiannya, Yana mengajak peserta memahami bahwa keterlibatan dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika memiliki konsekuensi hukum. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan dan tidak mudah menerima ajakan yang dapat membawa pada permasalahan hukum.

Sementara itu, Silva membawakan materi mengenai Edukasi bahaya dan pencegahan penyalahgunaan Narkoba pada Generasi Muda dengan slogan “ Katakan Tidak Pada Narkoba”dari perspektif psikologi dan Bimbingan dan Konseling (BK). Pembahasan lebih diarahkan pada faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja, seperti tekanan teman sebaya, permasalahan pribadi, kondisi emosi, serta lingkungan pergaulan.

Dalam materi tersebut, Silva menekankan bahwa menjaga diri dari narkoba tidak cukup hanya dengan mengetahui bahwa narkoba itu berbahaya. Remaja juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi diri, mengelola emosi, berani mengambil keputusan, serta mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Dengan kemampuan tersebut, remaja diharapkan tidak mudah terbawa tekanan lingkungan maupun ajakan dari orang lain.

Selain narkoba, perhatian peserta juga diarahkan pada fenomena judi online yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda melalui penggunaan teknologi dan media digital. Materi mengenai judi online disampaikan oleh Depa dan Rizki dengan membahas berbagai dampak yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Depa dan Rizki menjelaskan bahwa judi online tidak hanya berkaitan dengan masalah keuangan, tetapi juga dapat memberikan pengaruh terhadap pendidikan, hubungan sosial, kehidupan keluarga, dan masa depan. Akses yang mudah melalui perangkat digital membuat remaja perlu lebih berhati-hati terhadap ajakan, promosi, maupun konten yang mengarah pada perjudian.

Melalui edukasi tersebut, peserta diajak untuk lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah tergiur dengan berbagai bentuk promosi yang menawarkan keuntungan secara instan. Waktu dan penggunaan teknologi diharapkan dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih positif, produktif, dan mendukung perkembangan diri.

Rangkaian kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN Kelompok 95 Universitas Slamet Riyadi Surakarta terhadap generasi muda Desa Kecik. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menghadapi berbagai pengaruh yang ada di lingkungan sekitar maupun media digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 95 berharap generasi muda Desa Kecik semakin berani mengambil keputusan yang baik untuk dirinya, mampu menjaga pergaulan, serta tidak mudah terpengaruh oleh narkoba maupun judi online.

Generasi muda bukan hanya perlu tahu apa yang harus dihindari, tetapi juga perlu dibekali keberanian untuk memilih jalan yang lebih baik bagi masa depannya. (ist/***)