Produksi Padi Boyolali turun sepanjang tahun 2025

Fokus Jateng- BOYOLALI, – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali mencatat produksi padi di tahun 2025 mengalami penurunan hingga 26.170 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini dibarengi dengan berkurangnya luas panen padi di Boyolali. Sabtu 7 Februari 2026.

Kepala Dispertan Boyolali, Suyanta  mengatakan berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) pada 2024 luas panen sekitar 50.260 hektare, sedangkan pada 2025 44.560 hektare, atau turun sekitar 5.700 hektare.

“Berkurangnya lahan sawah itu, diantaranya akibat alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan jalan tol, kawasan pemukiman, dan bangunan,” katanya.

Kemudian, produktivitas padi juga mengalami penurunan dari 5,56 ton per hektare pada 2024 menjadi 5,51 ton per hektare pada 2025.

“Memang padi itu tergantung air, tapi ketika ada kemarau itu ada proses-proses yang lebih maksimal misal fotosintesis. Saat musim kemarau, serangan hamanya juga lebih sedikit,” ujarnya.

Ia mengatakan, produksi padi pada 2024 mencapai 279.950 ton. sedangkan pada 2025 turun menjadi 253.780 ton.

“Jadi ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah produksi padi. Salah satu faktor utama yang diduga berpengaruh adalah meningkatnya serangan hama,” katanya.

Tercatat, di tahun 2025 lahan pertanian diserang hama penggerek batang sekitar kurang lebih 240 hektare, wereng batang cokelat sekitar 1 hektare, serta serangan hama tikus sekitar 883 hektare.

Faktor cuaca menurutnya juga cukup mempengaruhi. sebab di tahun 2025 curah hujan relatif tinggi, dengan hampir setiap bulan mengalami hujan, yang menyebabkan pertimbuhan padi tidak optimal.

“Penyebab lain yang diduga menjadi penyumbah turunnya produksi padi adalah penurunan kualitas kesuburan tanah.”

Kendati produksi menurun pada 2025, Suyanta menyebut Kementerian Pertanian menargetkan lonjakan produksi padi Boyolali pada 2026. Kementerian Pertanian menargetkan kenaikan produksi dari 253.750 ton menjadi 310.000 ton.

“Jadi ada kenaikan target sekitar 60 ribu ton,” katanya. ( yull/**)