Ada peningkatan kepercayaan daerah lain terhadap pelayanan pengujian kendaraan bermotor di  Boyolali

 

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Jumlah kendaraan yang melaksanakan uji kir di Kabupaten Boyolali cenderung mengalami penurunan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Boyolali mencatat hasil rekapitulasi pelayanan Uji KIR Januari sampai dengan Desember 2025 ada 5.645 Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU) melakukan uji KIR.  Jumlah ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, yang mencapai 6.336 uji.

Dari perbandingan jumlah tersebut, pelayanan kendaraan uji KIR tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 691 kendaraan, atau sekitar 11%.

Kepala Bidang (Kabid) Pengujian Kendaraan dan Rekayasa Kendaraan Dishub Boyolali, Heri Subagyo mengungkapkan, alasan utama penurunan jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penurunan dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah pelayanan Uji Berkala, Mutasi Masuk, Mutasi Keluar, serta Uji Pertama. Namun demikian, ada peningkatan pada jenis pelayanan Numpang Uji Masuk dan Numpang Uji Keluar.

“Jadi uji KIR di Dishub Boyolali dibagi menjadi beberapa pelayanan. Seperti uji berkala, uji pertama, mutasi masuk, mutasi keluar, numpang uji masuk, serta numpang uji keluar,” jelas Heri Subagyo, Kamis 22 Januari 2026.

Dijelaskan, dari beberapa pelayanan tersebut, uji berkala menyumbang angka paling tinggi pelayanan uji KIR. Di tahun 2025, pelayanan uji berkala berjumlah total 4.370 kendaraan. Sedangkan di tahun 2024, jumlah pelayanan sebanyak 5.009 kendaraan.

Meski jumlah uji berkala mengalami penurunan, lanjut Heri, permintaan numpang uji masuk, serta uji keluar mengalami kenaikan.

“Ada peningkatan kepercayaan daerah lain terhadap pelayanan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Boyolali,” ujarnya.

Disebutkan total, di tahun 2025 permintaan numpang uji masuk sebanyak 260 kendaraan, dan numpang uji keluar sebanyak 528 kendaraan. Sedangkan di tahun 2024, permintaan uji masuk 214, serta permintaan uji keluar sebanyak 441. ( yull/**)