Polisi, TNI dan TSD Evakuasi  Tanah longsor di Jalur Alternatif Selo–Ampel 

Fokus Jateng-BOYOLALI,-Diguyur hujan deras memicu terjadinya bencana tanah longsor tebing yang mengarah ke jalur Jalan Alternatif Selo–Ampel, tepatnya di Dukuh Tompak RT 06 RW 03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 07.15 WIB.

Longsoran tanah berasal dari tebing dengan ukuran tinggi sekitar 5 meter dan lebar 5 meter, dengan ketebalan material tanah mencapai kurang lebih 1 meter yang menutup sebagian badan jalan di jalur alternatif Selo–Ampel.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur alternatif sempat terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas dari arah Selo menuju Ampel maupun sebaliknya.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu,” kata Kapolsek Selo AKP Kiryanta. Rabu 21 Januari 2026.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan dari Polsek Selo, Koramil 07/Selo, BPBD Kabupaten Boyolali, Tim Siaga Desa (TSD) Tarubatang, relawan, dan masyarakat sekitar segera melakukan upaya evakuasi serta pembersihan material longsoran tanah dan lumpur yang menutupi bahu jalan.

Kegiatan pembersihan didukung alat berat milik BPBD Kabupaten Boyolali untuk mempercepat proses penanganan.

AKP Kiryanta mengatakan pihaknya bersama tiga anggota Polsek Selo, dua anggota Koramil 07/Selo, empat anggota BPBD Kabupaten Boyolali, serta sejumlah anggota TSD Tarubatang, relawan, dan warga masyarakat setempat, bahu membahu sehingga proses pembersihan dapat diselesaikan dengan baik.

“Hingga sore ini, kondisi hujan di wilayah Selo sudah mulai reda dan jalur alternatif Selo–Ampel di Dukuh Tompak, Desa Tarubatang, telah dapat dilalui kembali oleh pengguna jalan dari kedua arah, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya.

Kendati demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur. ( yul/**)