Fokus Jateng-BOYOLALI -Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyampaikan surat edaran terkait kewaspadaan dini dan pemantauan Influenza A (H3N2) subclade K atau super flu. Sehingga perlu diwaspadai, melalui upaya kewaspadaan dini dan respons cepat di tingkat layanan kesehatan.
Surat dengan nomor 400.7.7.1/31/4.2/2026 itu ditandatangani Kepala Dinkes Boyolali FX Kristandiyoko pada 14 Januari 2026.
“Superflu ini disebabkan oleh virus influenza type A (H3N2), ini penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini sebenarnya bukan penyakit baru, ini sudah ada sejak lama, hanya penyebarannya akhir akhir ini lebih cepat,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Teguh Tri Kuncoro, Rabu 21 Januari 2026.
Menurut Teguh, Superflu merupakan penyakit musiman yang menyebar dari mobilitas tinggi antar warga negara. Dengan penularan utama melalui droplet. yakni penularan bisa terjadi apabila ada partikel yang mengandung kuman terhirup langsung kedalam tubuh.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes menerbitkan SE tentang kewaspadaan penyebaran virus influeanza H3N2. Dia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik, serta melakukan pencegahan dengan tetap berperilaku hidup yang sehat (PHBS).
“Jika merasa kurang enak badan segera periksa ke Fasyankes terdekat. Cuaca yang tidak menentu akhir akhir ini juga mendukung penyebaran superflu,” tuturnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan terkait penyebaran Super Flu di Boyolali. (yull/**)
