Fokus Jateng-BOYOLALI,- Diguyur hujan selama beberapa hari, mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Dukuh Tarubatang RT 06/03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Minggu 18 Januari kemarin petang.
Longsor menutup akses jalan penghubung Selo- Gladagsari. Sehingga warga harus mengambil rute memutar sejauh 12 kilometer.
Kalak BPBD Boyolali, Suratno membenarkan kejadian tersebut. Disebutkan bahwa bencana longsor dipicu hujan deras di wilayah tersebut.
“Akibat kejadian itu, jalur alternatif Selo Gladagsari sempat tertutup, pengguna jalan harus memakai jalur alternatif lain yang memutar cukup jauh,” katanya, Senin 19 Januari 2026.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Material yang longsor berukuran panjang sekitar 10 meter, lebar 5 meter, dan tebal 2 meter. Menurutnya, selain intensitas hujan sedang hingga lebat berdurasi lama, longsor juga dipicu kondisi tanah yang rawan longsor karena berada di area tebing.
Dijelaskan terkait kejadian itu, TRC BPBD Boyolali bersama warga, relawan, TNI, Polri, perangkat desa, dan lain-lain langsung melakukan pembersihan jalur dengan alat berat ekskavator untuk membersihkan longsoran.
“Jadi pembersihan tak mungkin hanya mengandalkan peralatan manual. Pembersihan melibatkan petugas gabungan BPBD, TNI dan Polri, PMI, perangkat Desa Tarubatang dan relawan maupun warga setempat,” kata Suratno menambahkan saat ini jalur tersebut sudah bisa dilalui kembali. ( yull/”*)
