Visi Humanis Wabup Adhe Eliana: Sulap Karanganyar Jadi Destinasi Wisata Berkelas dan Sejahtera

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi membawa Kabupaten Karanganyar menuju daerah yang lebih humanis dan sejahtera. Visi tersebut ia sampaikan di sela perayaan Milad ke-9 The Lawu Group yang digelar di Graha Sunan Lawu, The Lawu Park, Tawangmangu, Jumat (9/1/2026) malam.

Dalam sambutannya, Adhe menyoroti dua sektor krusial yang menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan: pariwisata dan infrastruktur. Menurutnya, meski Karanganyar sudah tersohor di level nasional, potensi yang ada saat ini belum tergarap secara optimal.

Mengejar Potensi yang Belum “Terjemput”

Fakta menarik diungkapkan oleh Wabup Adhe. Meski menyandang status sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata saat ini baru menyentuh angka Rp2 miliar. Angka tersebut dinilai masih kecil jika dibandingkan dengan nama besar “Bumi Intanpari”.

“Pengelolaan sektor wisata kita harus dilakukan secara lebih profesional dan dikerjakan oleh para ahli di bidangnya. Jika dikelola dengan tepat, hasilnya pasti jauh lebih maksimal untuk pembangunan daerah,” tegas Adhe Eliana.

Infrastruktur: Karpet Merah Bagi Wisatawan

Sadar bahwa aksesibilitas adalah kunci kenyamanan, Pemkab Karanganyar berkomitmen memacu perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap. Fokus utama di tahun 2025 adalah memuluskan akses menuju objek-objek wisata unggulan.

Bukan tanpa alasan, perbaikan jalan ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan mobilitas: Mempermudah wisatawan mencapai lokasi wisata tanpa hambatan.

  • Memperpanjang durasi kunjungan: Wisatawan yang nyaman cenderung tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak.

  • Kelancaran Logistik: Mendukung distribusi hasil bumi dari sentra industri dan pertanian warga.

Membangun Karakter “Guyub” dan “Humble”

Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup. Adhe menekankan pentingnya pembangunan karakter masyarakat yang ramah dan inklusif. Ia berpesan agar para pelaku wisata menjadi wajah terdepan yang hangat bagi para tamu.

“Sambutlah setiap tamu dengan sikap yang humanis, humble, dan guyub. Jadikan mereka merasa dihargai agar selalu ada kerinduan untuk kembali lagi ke Karanganyar,” pesannya.

Menutup pidatonya, Adhe mengingatkan bahwa modal sosial terbesar Karanganyar adalah persatuan. Ia mengimbau warga agar tetap solid, tidak mudah terprovokasi, dan terus memupuk rasa peduli antar sesama demi tercapainya cita-cita daerah yang sejahtera. ( bre )