FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Udara sejuk di Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar menjadi saksi lahirnya semangat baru bagi sektor pertanian Bumi Intanpari. Bukan sekadar seremonial, pelantikan DPC Wanita Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karanganyar periode 2026-2031 membawa misi besar: menjadikan perempuan sebagai motor penggerak swasembada pangan nasional.
Mengepakkan Sayap ke Pelosok Desa
Ketua DPC Wanita Tani Karanganyar yang baru dilantik, Hj. Sukarni, menegaskan bahwa peran wanita tani kini tak lagi hanya berkutat di pematang sawah. Di bawah kepemimpinannya, ia berkomitmen untuk “mengepakkan sayap” hingga ke pelosok desa guna mengangkat harkat perempuan melalui penguatan ekonomi kreatif dan UMKM.
“Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Fokus kami adalah pemberdayaan, memastikan wanita di desa-desa memiliki kemandirian ekonomi, baik melalui pertanian maupun olahan produk UMKM,” ujar Sukarni dengan optimis.
Mengenal Padi GS08: Harapan Baru dari Karangpandan
Inovasi menjadi sorotan utama dalam acara ini. Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jawa Tengah, Amy Kadiono, menyebut tahun 2026 sebagai “Tahun Emas Pertanian”. Salah satu senjata utamanya adalah varietas padi unggul GS08 (Garuda Sakti).
Saat ini, padi GS08 tengah menjalani uji coba di Karangpandan. Keunggulannya tak main-main:
-
Produktivitas Tinggi: Mampu menghasilkan hingga 538 bulir per malai, jauh melampaui padi biasa yang rata-rata hanya 350 bulir.
-
Kualitas Premium: Menghasilkan nasi yang putih bersih dengan tekstur mentul-mentul atau pulen.
Selain padi, Amy juga memperkenalkan hilirisasi produk perikanan berupa Kerupuk Lele. Produk ini menjadi solusi agar peternak tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar, tetapi mampu menembus pasar ekspor melalui produk olahan.
Karpet Merah untuk Petani
Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan dukungan penuh terhadap pergerakan ini. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan “karpet merah” bagi para pejuang pangan.
“Kami fokus pada infrastruktur jalan yang halus dan ketersediaan pupuk murah. Karanganyar harus tetap menjadi motor penggerak surplus beras nasional,” tegas Adhe.
Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para pengurus HKTI yang baru agar menjadi Agent of Change. Harapannya, mereka mampu mengubah pola pikir generasi muda agar kembali bangga menjadi petani dan melihat sektor ini sebagai masa depan yang menjanjikan. ( bre )
