Peran Mahasiswa Hubungan Internasional UNISRI dalam Praktik Diplomasi Budaya melalui Program Magang di Museum Radya Pustaka Surakarta

Fokus Jateng -SURAKARTA,-Program magang merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam situasi nyata. Dalam kerangka tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, yakni Firdaus Ruby Al Fattah (22430016), Dominikus Reva Satria P. (22430025), dan Rika Meista Setiyawati (22430028), melaksanakan kegiatan magang di Museum Radya Pustaka Surakarta selama dua bulan, terhitung mulai tanggal 20 Oktober hingga 20 Desember 2025.

Selama menjalani masa magang, mahasiswa terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas keseharian museum. Tugas mahasiswa mencakup pendampingan pengunjung lokal maupun asing, memberikan penjelasan terkait koleksi serta nilai historis yang dimiliki Museum Radya Pustaka, dan membantu proses pelayanan tiket. Selain itu, mahasiswa juga ikut menjaga ruang pamer, merawat kebersihan area museum, serta membantu pengelolaan perpustakaan yang menjadi salah satu sumber rujukan penting bagi sejarah dan kebudayaan Jawa.

Di samping menjalankan aktivitas rutin, mahasiswa magang turut berpartisipasi dalam sejumlah agenda kebudayaan yang diselenggarakan oleh Museum Radya Pustaka. Salah satunya adalah peringatan hari jadi museum pada 28 Oktober 2025 dengan mengangkat tema Rajamala. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan dalam proses persiapan hingga pelaksanaan acara, termasuk membantu kelancaran kegiatan serta mendampingi para pengunjung selama acara berlangsung.

Kemudian, pada 28 November 2025, Museum Radya Pustaka mengadakan acara “Afternoon Tea” yang menampilkan berbagai koleksi dari luar negeri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa magang terlibat sebagai pemandu bagi para tamu serta memberikan penjelasan mengenai koleksi yang dipamerkan. Acara ini menjadi wadah interaksi lintas budaya antara pihak museum dan pengunjung dari berbagai latar belakang, termasuk wisatawan asing, sehingga memperkuat fungsi museum sebagai ruang dialog budaya.

Selain itu, Museum Radya Pustaka secara rutin menggelar kegiatan budaya setiap tanggal 28, yaitu Wilujengan atau Slametan. Tradisi ini merupakan doa bersama yang ditujukan bagi masyarakat yang memiliki wuku atau zodiak Jawa yang bertepatan dengan tanggal tersebut. Mahasiswa magang turut membantu pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal.

Secara keseluruhan, kegiatan magang di Museum Radya Pustaka memberikan pengalaman yang sangat relevan bagi mahasiswa Hubungan Internasional, khususnya dalam memahami praktik diplomasi budaya dan komunikasi lintas budaya dalam konteks lokal. Interaksi langsung dengan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi sarana komunikasi sekaligus representasi identitas bangsa. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis dan pelayanan publik, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran budaya dalam dinamika hubungan internasional. ( ist/**)

Oleh: Rika Meista Setiyawati- Mahasiswa Hubungan Internasional Unisri Surakarta.