Fokus Jateng-BOYOLALI,-Netizen baru-baru ini ramai memperdebatkan informasi mengenai hasil uji bakteriologi air Perumda Tirta Ampera Boyolali yang disebut mengandung bakteri Coliform dan Escherichia coli.
Terkait informasi di media sosial Facebook dan grup WhatsApp tersebut Perumda Tirta Ampera Boyolali pun angkat bicara.
Dalam informasi yang tersebar, disebutkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Boyolali pada 5 November 2025 menyebut adanya kandungan Coliform sebesar 56 persen dan E. coli 2 persen pada sampel air yang ditengarai berasal dari pelanggan Perumda Tirta Ampera.
Sementara, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, bakteri tersebut seharusnya tidak boleh ada dalam air minum.
Direktur Utama Perumda Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto, menegaskan Anggapan yang meluas di masyarakat dipastikan tidak benar.
Pihaknya memastikan air yang didistribusikan ke pelanggan sudah melalui proses pengolahan sesuai baku mutu yang ditetapkan pemerintah.
“Air yang kami distribusikan selalu kami olah sehingga memenuhi standar kualitas air minum. Jadi tidak benar jika air pelanggan mengandung Coliform atau E. coli,” katanya saat ditemui wartawan, Rabu 19 November 2025.
Terkait viralnya informasi tersebut, lanjut Iwan, pihaknya langsung melakukan penelusuran dan klarifikasi ke Dinas Kesehatan Boyolali. Diketahui, sampel air yang diuji bukan berasal dari pelanggan Perumda Tirta Ampera.
“Air yang diuji itu dari penyedia air swasta atau pam yang dikelola warga sekitar,” ujarnya.
Adapun kronologinya, bahwa hasil laboratorium yang beredar itu bermula dari permohonan pemeriksaan air untuk kebutuhan Satuan Pelayanan Kebutuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebonbimo, Kecamatan Boyolali.
Di wilayah tersebut, kata dia, memang terdapat penyedia air lain selain Perumda Tirta Ampera.
Karena di lokasi terdapat water meter, sebagian orang mengira sumber airnya milik Perumda Tirta Ampera.
“Itu bukan pelanggan kami, tapi itu pelanggan pam swasta atau pribadi perorangan yang ada transaksi melakukan penjualan air ke masyarakat,” pungkasnya. (yull/**)
