Fokus Jateng-BOYOLALI,- Antisipasi dampak cuaca ekstrem dan angin kencang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali terus melakukan pemangkasan pohon. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan pengguna jalan, terutama di kawasan jalan raya utama Boyolali.
Kepala DLH Boyolali, Suraji mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pemangkasan pohon turus jalan. Ia mengatakan bahwa pemangkasan pohon sebenarnya sudah dilakukan sejak awal Januari 2025, tetapi karena ranting kembali rimbun dan dahan menjulang tinggi, diperlukan pemotongan lanjutan.
“Kami hampir setiap hari melakukan penebangan, baik hasil pemantauan tim DLH, maupun laporan dari masyarakat,” jelas Suraji, Jumat 8 Agustus 2025.
Pemangkasan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya pohon tumbang hingga menutup jalan akses masyarakat.
“Untuk pemangkasan itu kami jadwalkan, rata rata 3 pohon dalam sehari, tergantung kondisi pohonnya juga,” ucapnya.
Ia menambahkan, DLH juga telah menyiagakan dua tim tebang khusus untuk jalan raya milik kabupaten dan fasilitas publik.
“Ada dua tim tebang khusus untuk jalan raya kabupaten dan fasilitas publik. Meski semua laporan ke DLH Boyolali, dan kami tindak lanjuti dengan melakukan pemangkasan dahan pohon yang lapuk dan rawan tumbang,” katanya.
Sementara di kawasan Boyolali, Suraji menyebut ada beberapa jalan rawan pohon tumbang yang sudah dilakukan penebangan.
Diantaranya Jalan Musuk, Jalan Bangak – Simo, Jalan Simo – Klego, Jalan Pengging – Sawit, jalan Lingkar utara, Jalan Tlatar – Nenggo.
“Jalan perkotaan juga sudah dilakukan pemangkasan, untuk minggu depan kita lakukan pemangkasan di Jalan Tegal Rayung – Simo,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan warga, terutama pengguna jalan, dari risiko pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Boyolali.
Suraji menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau kondisi pohon apabila memiliki di pekarangan rumah, apakah pohon tersebut rawan tumbang.
“Saya hanya mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati. Untuk di sekitar rumah, kalau sekiranya membahayakan baiknya dipangkas agar mengurangi risiko yang tidak diinginkan. Jika DLH dimintai bantuan untuk memangkas, kami siap,” ucapnya. (yull/**)
