Polres Karanganyar Perketat Pengawasan Harga Bahan Pokok, Pastikan Stabilitas dan Ketersediaan

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Polres Karanganyar memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Kabupaten Karanganyar. Langkah ini dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga, dengan melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta sejumlah instansi terkait.

 

Pemantauan Menyeluruh di Pasar dan Perusahaan

Kegiatan pemantauan yang dipimpin langsung oleh TPID Kabupaten Karanganyar ini melibatkan unsur pemerintah daerah dan kepolisian, termasuk Kanit 2 Sat Intelkam Polres Karanganyar IPDA Sunarto, S.H., yang mewakili Kasat Intelkam. Dua lokasi utama yang menjadi sasaran pemantauan adalah Pasar Palur di Desa Ngringo dan PT. Kusuma Mukti Remaja di Desa Jetis, Kecamatan Jaten, sebuah perusahaan pengemasan minyak goreng.

Dari peninjauan di Pasar Palur, tim mendapati bahwa harga kebutuhan pokok terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Ketersediaan stok juga dipastikan cukup, tanpa adanya indikasi kelangkaan.

Selanjutnya, di PT. Kusuma Mukti Remaja, produsen minyak goreng “Minyak Kita”, ditemukan adanya sedikit hambatan produksi akibat keterlambatan pengiriman bahan baku. Meskipun demikian, pihak perusahaan menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung operasi pasar guna membantu pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok di lapangan.

 

Komitmen Polres Karanganyar untuk Stabilitas Harga

Kapolres Karanganyar AKBP Dr. Hadi Kristanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui PS. Kasi Humas Iptu Mulyadi, menegaskan bahwa keterlibatan Polres Karanganyar dalam pemantauan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah.

“Kami hadir untuk memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan lancar. Kegiatan ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga tidak ada kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar,” ujar Iptu Mulyadi.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga kondisi sosial ekonomi tetap stabil dan menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat. ( rls/bre)