Meningkat, Kasus COVID Di Lingkup Pemkab Boyolali

swab test antigen juga dilakukan pada pegawai yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek. (yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Pengambilan sampel Swab PCR dan antigen berlangsung di lingkungan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali menyusul adanya temuan kasus COVID-19 dikedua kantor tersebut.
Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Puji Astuti, pelaksanaan swab PCR dan antigen tersebut dilakukan pasca ada satu pegawai Dinkes yang terkonfirmasi positif covid-19 pada Kamis (3/2). Awalnya hasil swab test antigen pegawai tersebut positif. Lantas dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR dengan hasil yang sama. Dinkes kemudian melakukan swab PCR pada Senin (7/2).
“Hasilnya kan negatif. Tapi lima hari setelah swab pertama, saya lakukan swab lagi ke seluruh pegawai. Untuk yang swab PCR ada 96 orang dan swab antigen + PCR ada 19 orang. Swab antigen ini dilakukan pagi pegawai Dinkes Boyolali yang ada gejala,” kata Puji di Boyolali pada Jumat (11/2/2022).
Dijelaskan, untuk swab test PCR masih menunggu hasilnya. Sebab antrian di Labkes RS UNS cukup banyak. Sedangkan hasil swab antigen, dari 19 pegawai yang diswab ada 3 orang yang terkonfirmasi positif covid-19. Ketiganya merupakan pegawai bidang Kesra Dinkes.
“Kami berikan Surat Perintah (SP) isolasi. Tak hanya tiga orang tersebut, seluruh pegawai bidang Kesra juga diminta untuk work from home (WFH). Kami juga mengarahkan pada Puskesmas, kalau ada pegawai yang mengalami gejala batuk pilek untuk segera swab mandiri. Namun, kalau lihat kondisi seperti ini, kita akan skrining semuanya,” katanya.
Pelaksanaan swab tes di Dinkes ini menambah daftar panjang kantor pemerintahan yang terjadi paparan. Ada lima dinas yang dilakukan swab test masal. Yakni Dinas Lingkunga Hidup (DLH), Diskominfo, Dinas Pertanian, DKP dan Dinkes. Sedagkan paparan di sekolah juga terjadi di tiga sekolah, yakni SMPN 3 Sawit, SMPN 1 Boyolali dan MAN 1 Boyolali.
Sementara itu, angka paparan covid-19 terus bertambah. Pada Jumat (11/2) ada 19 kasus baru. Rinciannya 24 dirawat di RS, 173 menjalani isolasi mandiri (Isoman) dan satu menjalani isoter. Sumbangan kasus positif terbanyak berasal dari Kecamatan Boyolali Kota dengan 8 kasus baru. Selain itu ada 7 klaster baru yang didominasi klaster keluarga. Adapun penambahan pasien sembuh sebanyak 5 orang dan tidak ada kasus kematian.