Tunggakan Pajak Kendaraan di Boyolali Tembus Rp 21,2 Miliar, Ini Solusi Samsat Boyolali

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi (tengah) saat peresmian Samsat Desa Boyolali, Jumat 30 November 2018. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Kesadaran masyarakat dalam pajak kendaraan bermotor (PKB) di wilayah Boyolali terbilang rendah. Hal ini mengingat tunggakan pajak kendaraan ini tembus Rp 21,2 miliar. Angka ini hingga 31 Oktober 2018 dan diperkirakan akan terus menanjak naik.

Penunggak pajak kendaraan ini mencapai 300 objek kendaraan. Nah, bila diuangkan per hari mencapai Rp 90 juta. “Memang tunggakan PKB masih cukup tinggi,” kata Kepala Unit Pelayananan Pendapatan Daerah (UPPD)/ Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Boyolali Wibowo, saat peresmian “Samsat Desa Boyolali” di halaman UPPD/Samsat Boyolali, Jumat 30 November 2018.

Dikatakan, sejak Januari hingga akhir Oktober 2018, jumlah kendaraan yang belum membayar PKB 117.611 objek. “Tunggakan PKB di Boyolali berjumlah 21.285.307.960,” papar dia. Dengan demikian, target PKB untuk Boyolali tak mencapai target.

Pada tahun 2018, dari Badan Pengelola Pendapatan Daerah (DPPD) Provinsi Jateng menargetkan perolehan pajak derah dari PKB sebesar Rp 171.510.700.000. Namun hingga akhi November ini, realisasi penerimaanya baru Rp 169.019.141.207 atau 98,5 persen.

Untuk itu pihaknya terus berinovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Samsat desa ini merupakan ide dari Kapolres Boyolali. tentunya kami sangat berterimakasih sekali,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan Samsat Desa Boyolali ini sebagai wujud nyata kehadiran Negara ditengah masyarakat. Boyolali yang memiliki 19 kecamatan sangat luas.

“Lokasi pembayaran pajak rata-rata ditengah kota. Padahal kita tahu masyarakat kita banya dipedesaan yang jaraknya cukup jauh,” terang Kapolres. Dengan adanya Samsat Desa ini dapat memudahkan wajib pajak untuk membayar PKB. Sehingga realisasi PKB dapat tercapai 100 persen.

Tak cukup itu saja, lanjut Kapolres Boyolali yang tinggal beberapa hari ini, pihaknya juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dari Polri untuk membantu pelaksanaan Samsat Desa ini. Anggota Polisi yang ada di Polsek selain melaksanakan fungsi keamanan dan ketertiban juga dapat menerima PKB dari masyarakat langsung.

Bahkan, anggota juga diminta dor to dor langsung kemasyarakat untuk memudahkan pembayaran pajak oleh masyarakat.