Operasi Pasar Langkah Pertamina Atasi Kelangkaan Gas Melon

Direktur Pemasaran PT Pertamina Muhammad Iskandar membagikan sembako di acara pesta rakyat HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Alun-Alun Kidul Pemkab Boyolali, Minggu 13 Agustus 2017. (Gunawan/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang sempat terjadi di eks Karesidenan Surakarta langsung disikapi oleh Pertamina. Direktur Pemasaran PT Pertamina Muhammad Iskandar menjelaskan, pada dasarnya, apa pun kebutuhan masyarakat harus dipenuhi.

Namun, kata dia, dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat ini tidak bisa ngawur. Sebab, penyaluran gas elpiji melon ini masih subsidi. ”Kita harus selektif,” katanya ketika ditemui di sela Pesta Rakyat dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Alun-Alun Kidul Pemkab Boyolali, Minggu 13 Agustus 2017.

Langkah yang diambil Pertamina adalah operasi pasar pertama. Dengan adanya informasi di masyarakat, maka dilakukan operasi pasar, sehingga cepat teratasi. ”Kalau disebar tidak sesuai tujuan. Karena ini masih subsidi,” tegas dia.

Dikatakan, subsidi yang besar dari pemerintah tinggal elpiji. Program pemerintah pada tahun 2018, subsidi langsung. Jadi bagi penerima subsidi gas elpiji dibekali kartu khusus untuk pembeliannya.

Dengan sistem ini, maka nanti antara gas elpiji 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg, harganya mengikuti sistem pasar. Namun khusus yang mendapat jatah subsidi bagi warga tidak mampu, pembeliannya menggunakan kartu khusus. ”Untuk penggunaan gas elpiji 5,5 kg baru uji pasar,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gas elpiji 3 kg sempat langka di pasaran. Banyak masyarakat yang kebingungan lantaran di pangkalan-pangkalan sudah habis. Jatah pangkalan pun dikurangi, sehingga membatasi pembelian dari masyarakat.