FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, menyisakan kerusakan rumah dan sejumlah warga yang harus menjalani perawatan medis. Di tengah situasi pascabencana tersebut, Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya kembali menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta perlengkapan kesehatan kepada warga yang menjadi korban.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya warga yang mengalami musibah rumah rusak serta luka-luka akibat terjangan angin puting beliung pada Rabu (4/11/2026) petang.
Penyaluran bantuan dilaksanakan bersama Dinas Sosial Kabupaten Sragen serta unsur pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan para korban mendapatkan perhatian setelah bencana berlalu.
Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan, kehadiran kepolisian tidak berhenti ketika proses evakuasi dan penanganan darurat selesai. Perhatian terhadap kondisi warga setelah bencana juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika masyarakat tertimpa musibah, kehadiran kami bukan hanya untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Kami juga ingin memastikan warga yang menjadi korban mendapatkan perhatian dan bantuan. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi musibah,” ungkap AKBP Heru Antariksa Cahya.
Menurut Kapolres, penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan warga terdampak dapat diidentifikasi dan penanganannya dilakukan secara bersama-sama.
Sebelumnya, hujan deras disertai angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Miri pada Rabu petang sekitar pukul 17.50 hingga 19.00 WIB. Terjangan angin mengakibatkan pohon tumbang, rumah warga roboh, serta sejumlah bagian atap bangunan mengalami kerusakan.
Tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut, yakni Gunawan Nur Cahyono (26), Zaskia Fajar Anggraini (14), dan Sri Wahyuni (35). Para korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Salah seorang korban, Sri Wahyuni, yang mengalami luka terbuka pada bagian kepala, harus dirujuk ke RS Dr. Moewardi Surakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Selain menimbulkan korban luka, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah dengan estimasi kerugian material sekitar Rp5 juta. Sejak menerima laporan kejadian, jajaran Polsek Miri bersama TNI, BPBD, relawan dan masyarakat telah bergerak melakukan penanganan di lokasi. Mulai dari evakuasi penghuni rumah, membantu membawa korban ke fasilitas kesehatan, hingga membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang.
Dalam penanganan pascabencana ini, keterlibatan Dinas Sosial Kabupaten Sragen dan unsur pemerintah kecamatan serta desa memperkuat koordinasi dalam memberikan perhatian kepada warga terdampak. Kapolres menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika masyarakat sedang membutuhkan uluran tangan.
“Kami berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan segera pulih dari musibah ini. Polres Sragen bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus bersinergi dalam membantu masyarakat,” tambahnya. (hr)
