PB XIV Mampir ke Kamis di Sriwedari, Warga Berebut Foto

Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (KGPH Hangabehi) atau PB XIV hadir di tengah kegiatan Kamis di Sriwedari, Surakarta, Kamis malam, 24 September 2026. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA — Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (KGPH Hangabehi) atau PB XIV di tengah kegiatan Kamis di Sriwedari, Surakarta, Kamis malam, 24 September 2026, berlangsung tanpa seremoni. Raja Karaton Surakarta itu tiba ketika warga sedang menikmati pertunjukan seni dan musik di kawasan tersebut.

Kedatangan PB XIV segera menarik perhatian warga. Sejumlah orang mendekat untuk menyapa dan berfoto. Ponsel warga terangkat ketika raja berada di tengah kerumunan.

PB XIV tidak berada di panggung khusus. Ia menyempatkan diri melihat kegiatan yang berlangsung di kawasan Sriwedari dan berbaur dengan masyarakat.

Braj Lung Ayu, adik sepupu PB XIV, mengatakan kunjungan tersebut sebenarnya tidak direncanakan. PB XIV semula hendak menyaksikan pertunjukan wayang orang.

“Acara ini sebenarnya dadakan. Kebetulan Sinuwun kepengin nonton wayang orang, kemudian pas lewat ternyata ada acara Kamis di Sriwedari, jadi sekalian mampir,” kata Braj Lung Ayu di lokasi, Kamis malam.

Kehadiran PB XIV berlangsung ketika kawasan depan Gapura Sriwedari dipadati warga. Malam itu, kegiatan diisi penampilan Kidung Riang yang membawakan lagu-lagu nostalgia dan tembang kenangan, termasuk sejumlah karya Koes Plus.

Suasana pertunjukan musik tersebut berpadu dengan aktivitas warga yang menikmati ruang publik. Kedatangan PB XIV membuat perhatian warga sesaat beralih ke sosok raja yang berada di antara mereka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Maretha Dinar Cahyono turut menyambut kedatangan PB XIV.

Dalam kesempatan itu, PB XIV menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atas penyelenggaraan Kamis di Sriwedari. Ia mengajak masyarakat ikut menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kamis di Sriwedari digelar sebagai kegiatan seni dan budaya di ruang publik. Agenda rutin tersebut menghadirkan pertunjukan musik dan kesenian sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berkumpul di kawasan Sriwedari.

Kegiatan itu juga mempertemukan sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Ketika kawasan semakin ramai, pelaku usaha kuliner dan UMKM di sekitar lokasi turut mendapat kesempatan menjangkau pengunjung.

Bagi Sriwedari, kegiatan semacam itu menambah aktivitas di kawasan yang selama ini dikenal memiliki sejarah panjang dalam perkembangan seni dan hiburan di Surakarta.

Pada malam itu, kehadiran PB XIV memberi warna berbeda. Raja yang awalnya hendak menonton wayang orang justru berhenti di tengah kegiatan yang berlangsung terbuka. Warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa dan mengabadikan pertemuan secara langsung. (*Thia/***)