Fokus Jateng-KARANGANYAR – Sebagai kampus baru, Akademi Teknologi dan Bisnis (ATB) Baiturrahman Sragen menggelar rapat kerja (Raker) perdana diselenggarakan di Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar pada hari Sabtu, 5 September 2026. Rapat Kerja ATB Baiturrahman Sragen diikuti semua jajaran struktural, dosen dan tenaga kependidikan yang merumuskan berbagai kegiatan institusi setahun kedepannya. Raker ATB Baiturrahman Sragen digelar perdana usai mengantongi izin resmi pendirian Perguruan Tinggi Swasta (PTS) baru untuk merumuskan arah kebijakan akademis, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi kontribusi pendidikan vokasi bagi masyarakat luas yang mengarah penyusunan strategi pembekalan mahasiswa agar mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi dan kebutuhan pasar kerja nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyelenggarakan rapat kerja dalam suasana yang sangat kondusif. Dari Raker ini lahir berbagai gagasan dan ide strategis yang insyaAllah akan membawa ATB Baiturrahman Sragen berkembang lebih baik, lebih maju, dan berkualitas,” ujar Direktur ATB Baiturrahman Sragen, Dr. Sudir, M.Pd saat ditemui usai memimpin rapat.
Relevansi Industri dan Entrepreneurship
Dalam pemaparannya, Dr. Sudir, M.Pd menggarisbawahi penting peran institusi pendidikan tinggi terapan dalam menghadirkan dampak nyata (societal impact) bagi keberlangsungan sosial-ekonomi masyarakat. Menurutnya, indikator keberhasilan PTS tidak hanya diukur dari kuantitas kelulusan, melainkan dari kualitas daya serap alumni di dunia kerja dan kemandirian wirausaha.
“Harapan besar kita adalah bagaimana ATP Baiturrahman Sragen dapat memberikan kontribusi nyata kepada umat dan masyarakat. Kami berkomitmen melahirkan lulusan dan mahasiswa yang sukses—baik yang siap terserap di dunia kerja profesional maupun yang mampu membuka lapangan kerja baru sebagai pengusaha,” tegasnya.
Adapun poin taktis yang dirumuskan dalam Raker tersebut antara lain Revitalisasi Kurikulum Terapan dengan penyesuaian silabus pembelajaran yang berorientasi pada integrasi digital di dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), penguatan jiwa Kewirausahaan atau jiwa entrepreneurship sebagai pembekalan inkubasi bisnis bagi mahasiswa agar mampu menjadi job creator. Terakhir, pemberdayaan masyarakat (Keumatan) dengan pelaksanaan riset terapan dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan kebutuhan daerah Sragen dan sekitarnya,” tegasnya.
Kehadiran ATB Baiturrahman Sragen mempertegas urgensi pemerataan pendidikan vokasi berbasis daerah. Dengan memadukan keterampilan teknis (hard skills), literasi digital, serta pembentukan karakter keislaman (soft skills), institusi berpotensi menjadi hub pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Sinergi antara akademisi, industri, dan nilai-nilai keumatan yang diusung ATB Baiturrahman diharapkan mampu menekan angka pengangguran terdidik sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tingkat nasional
Sedangkan, Dr. S.E. Purwanto, M.Pd selaku Wakil Direktur ATB Baiturrahman Sragen bahwa rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi ATB Baiturrahman Sragen sebagai institusi yang masih relatif baru untuk membangun fondasi tata kelola akademik yang kuat, terarah, dan berkelanjutan. Melalui rapat kerja ini, kami menyusun program-program akademik yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar pendidikan tinggi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan kompetensi dosen. Setiap program yang dirumuskan harus memiliki target, indikator keberhasilan, serta bukti pelaksanaan yang jelas,” ujar Dr. S.E. Purwanto, M.Pd selaku Wakil Direktur ATB Baiturrahman Sragen.
Ke depan, bidang akademik akan mendorong budaya kerja yang kolaboratif, inovatif, dan berbasis pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh program yang telah disepakati dalam rapat kerja tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi, dan ditindaklanjuti. Dengan sinergi seluruh jajaran struktural, dosen, dan tenaga kependidikan, kami optimistis ATB Baiturrahman Sragen dapat tumbuh menjadi perguruan tinggi yang memiliki tata kelola baik, layanan akademik berkualitas, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta memiliki daya saing, “ terang Dr. S.E. Purwanto, M.Pd.
Demikian pula ditambahkan dari Sekretaris ATB Baiturrahman Sragen, Arief Ismayanto juga mengatakan bahwa rapat kerja menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja yang lebih terarah, terukur, dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan institusi. Menurutnya, sebagai kampus yang baru berkembang, diperlukan perencanaan yang matang serta koordinasi yang baik antarbidang agar setiap program yang telah disusun dapat berjalan secara efektif. “Kami berharap hasil rapat kerja ini tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan dampak positif bagi perkembangan ATB Baiturrahman Sragen,” ujarnya. (ist/***)
