Mahasiswa UNISRI Edukasi Bahaya Bullying, Perundungan, Dan Perkembangan Media Sosial Di SDN 01 Pagak Sragen

Oleh : Andris Rahmat Dwi Saputra

Mahasiswa Program Studi: Ilmu Hukum Unisri Surakarta

Fokus Jateng- SRAGEN — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 78 merupakan tahap penting bagi setiap mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Saya, Andris Rahmat Dwi Saputra dari prodi Ilmu Hukum, mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program kerja individu KKN di SDN 01 Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen yang berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2026.

Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam pengembangan karakter dan moral anak. Program kerja ini berfokus pada sosialisasi dan edukasi bahaya bullying, perundungan di area sekolah, serta perkembangan media sosial bagi anak SD. Kegiatan ini menyasar siswa dan siswi kelas 6 SD guna berkontribusi dalam menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Edukasi ini penting untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan (baik secara fisik, verbal, maupun siber/cyberbullying), dampak negatif bagi korban, hingga kesadaran aspek hukum dan pentingnya menanamkan sikap saling menghargai sejak usia dini.

Selama pelaksanaan program kerja, saya berpartisipasi langsung di SDN 01 Pagak dalam menyampaikan materi tentang bahaya bullying dan bijak memanfaatkan media sosial, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama para siswa.

“Edukasi mengenai bahaya perundungan dan pemanfaatan media sosial harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak di tingkat sekolah dasar perlu memahami batas hukum sederhana serta dampak emosional yang dialami korban agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang saling menghormati dan bijak berselancar di dunia maya,” ujar Andris Rahmat Dwi Saputra selaku pemateri.

Dari berbagai hal yang dipresentasikan dan dipelajari, banyak pelajaran berharga yang diperoleh, mulai dari cara komunikasi publik yang sesuai untuk anak-anak, manajemen kelas, hingga pentingnya kerja sama dengan pihak sekolah dan perangkat desa. Saya mengamati dan memahami interaksi sosial para siswa di SDN 01 Pagak agar dapat membantu mencegah tindakan perundungan demi menciptakan suasana belajar yang aman bagi seluruh siswa-siswi.

“Harapan saya, materi yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas ini saja, tetapi bisa diterapkan dalam keseharian para siswa sehingga SDN 01 Pagak menjadi lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan fisik maupun verbal,” tambah Andris Rahmat Dwi Saputra di sela-sela penutupan sesi sosialisasi.

Berdasarkan pelaksanaan program kerja KKN-PPM 78 yang telah dilaksanakan di SDN 01 Pagak Sragen, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman serta pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa di masa yang akan datang. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan, mahasiswa mendapatkan pemahaman nyata mengenai praktik pengabdian kepada masyarakat serta interaksi dalam membimbing anak-anak di tingkat sekolah dasar. Program KKN ini bermanfaat baik bagi mahasiswa maupun siswa karena dapat mengembangkan keterampilan sosial serta membekali pemahaman karakter untuk menghadapi kehidupan dalam masyarakat di masa depan.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak di SDN 01 Pagak dan Pemerintah Desa Pagak yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, dan dukungan selama pelaksanaan program kerja KKN. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik dan memberikan manfaat bagi Universitas Slamet Riyadi maupun SDN 01 Pagak. ( ist/**)