Fokus Jateng, SURAKARTA–Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta siap mendukung program penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pembelian telur ayam dari peternak skala mikro di wilayah Solo Raya. Program ini merupakan bagian dari sinergi BUMN pangan bersama Badan Pangan Nasional untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur mikro sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui program tersebut, pemerintah bersama BUMN pangan berupaya memperkuat ekosistem peternakan rakyat. Dukungan diberikan melalui penyediaan jagung pakan dengan harga terjangkau dan penyerapan hasil produksi telur peternak. Langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan keseimbangan antara biaya produksi dan keberlanjutan pasar hasil peternakan.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta Dwi Yuniarko mengatakan penyaluran jagung SPHP kepada peternak di wilayah Solo Raya dilakukan melalui koperasi. Pada tahap pertama, penyaluran berdasarkan Surat Keputusan (SK) 1 dan SK 2 telah terealisasi 100 persen dari target yang ditetapkan.
Sementara itu, penyaluran jagung untuk SK 3 masih berlangsung. BULOG menargetkan seluruh alokasi tersebut dapat tersalurkan paling lambat pada 20 November 2026.
“Penyaluran jagung SPHP tahap pertama untuk SK 1 dan SK 2 sudah terealisasi 100 persen,” kata Dwi Yuniarko dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 November 2026.
Dia menjelaskan, BULOG terus berkoordinasi dengan dinas terkait, koperasi, dan para peternak untuk mempercepat distribusi jagung SPHP. Koordinasi tersebut dilakukan agar penyaluran dapat berjalan sesuai target dan menjangkau peternak yang memenuhi ketentuan program.
Dalam program SPHP jagung ini, BULOG menyediakan jagung pakan dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang BULOG bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku. Penyediaan jagung dengan harga tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi peternak, mengingat pakan merupakan salah satu komponen utama dalam usaha peternakan ayam petelur.
Selain penyaluran jagung, BULOG Cabang Surakarta juga melakukan pembelian telur ayam dari peternak lokal di Solo Raya. Pembelian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga harga jual telur ayam di tingkat peternak agar tetap stabil.
Dwi mengatakan pembelian telur dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi pasar yang sedang dijajaki BULOG. Meski demikian, perusahaan berkomitmen mendukung keberlangsungan usaha peternak ayam petelur lokal di wilayah Solo Raya.
“Kami berkomitmen menjaga iklim usaha telur ayam lokal di wilayah Solo Raya agar tetap stabil,” ujarnya.
Program sinergi BUMN pangan bersama peternak ayam petelur mikro ini juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Dalam rangkaian kegiatan di wilayah kerja Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah, penyaluran jagung SPHP dan pembelian telur ayam dilakukan di empat titik, yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Tegal.
Secara keseluruhan, dari pelaksanaan program di empat wilayah tersebut, jagung SPHP yang disalurkan mencapai 62.010 kilogram. Adapun telur ayam yang dibeli dari peternak tercatat sebanyak 1.143 kilogram.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan dukungan terhadap peternak mikro merupakan bagian penting dari tanggung jawab BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas di pasar. Dukungan terhadap para pelaku usaha di tingkat produksi juga diperlukan agar mereka dapat mempertahankan produktivitas dan mengembangkan usahanya.
Melalui penyediaan jagung pakan dengan harga terjangkau serta pembelian telur dari peternak, BULOG bersama pemerintah dan BUMN pangan berharap dapat menjaga keberlangsungan ekosistem peternakan rakyat. Upaya tersebut sekaligus diharapkan membantu peternak ayam petelur mikro menghadapi tekanan biaya produksi dan menjaga kesinambungan usaha mereka. (*Thia/***)
