Fokus Jateng-BOYOLALI – Bencana kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, makin meluas, mencakup 13 kecamatan, 53 desa, dan 193 dukuh mengalami krisis air bersih dan dampak kekeringan pada lahan pertanian.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali berencana mempertahankan status penanganan Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang dijadwalkan berakhir pada akhir Oktober 2026.
“Rabu (28 Oktober) besok, kami akan menggelar rapat evaluasi bersama seluruh stakeholder. Fokus utamanya membahas kelanjutan penetapan status siaga darurat yang berakhir bulan ini,” jelas Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, Senin 26 Oktober 2026.
Menurutnya, hasil rapat tersebut akan menentukan apakah status siaga akan diperpanjang atau justru ditingkatkan, bergantung pada dinamika kondisi di lapangan.
“Melalui kolaborasi Pemkab, BPBD, dan seluruh stakeholder, saat ini total distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak sudah mencapai lebih dari 9,3 juta liter,” bebernya.
Meski beberapa kawasan di Boyolali belakangan ini terpantau mendung hingga diguyur hujan ringan berdurasi singkat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim penghujan masih cukup jauh.
“Berdasarkan informasi BMKG, memang terjadi perlambatan turunnya hujan. Hujan diperkirakan baru akan turun secara intens pada akhir November atau awal Desember. Semoga saja tidak meleset agar krisis air bisa teratasi,” pungkasnya” kata Ari.
Di luar penanganan kekeringan, BPBD Boyolali kini juga mulai bersiaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Mengingat, prediksi BMKG memperingatkan potensi turunnya hujan lebat berintensitas tinggi secara tiba-tiba saat pergantian musim.
“Kami telah memulai langkah mitigasi untuk ancaman longsor dan banjir, terutama di lokasi-lokasi langganan banjir tahunan. Fokus pencegahan kami saat ini adalah pembersihan saluran-saluran air yang tersumbat oleh sampah, sehingga saat hujan lebat turun, air tidak meluap ke permukiman warga,” pungkasnya. (yull/**)
