Tak Cuma Duduk Manis, Latri Setyowati Nyebur ke Sawah Dengar Jeritan Petani Karanganyar

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Peringatan Hari Tani Nasional ke-66 tahun 2026 menjadi momen pembuktian bagi Latri Setyowati. Tak mau sekadar mengumbar janji di balik meja kerja yang dingin, Srikandi PDI Perjuangan yang menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Karanganyar ini memilih langsung pasang sepatu boot dan ‘nyebur’ ke lapangan bersama para petani.

Aksi tanggap ini dilakukan Latri usai menerima keluhan dari Serikat Tani Bumi Lestari (SERTA BUMI) dan hampir 36 kelompok tani (poktan) saat audiensi di gedung dewan beberapa waktu lalu. Petani mengeluhkan air sawah yang sering tak sampai ke lahan mereka akibat infrastruktur pengairan yang makin memprihatinkan.

Saat menyisir saluran irigasi bersama jajaran teknis, Latri menemukan benang kusut yang selama ini meresahkan warga. Pintu bendung tampak rusak, saluran dipenuhi endapan lumpur, pasir, hingga batu, serta dinding saluran irigasi yang bocor di sana-sini.

Melihat kondisi yang makin membebani nasib para petani, Latri tak mau buang waktu. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga tak boleh berhenti hanya sampai ruang rapat DPRD saja.

“Setelah kami turun langsung monitoring, penanganan yang darurat seperti perbaikan pintu bendung akan segera dieksekusi. Untuk perbaikan besar dan pengerukan lumpur, saya kawal betul agar masuk di anggaran 2027,” tegas Latri di tengah-tengah petani.

Latri paham betul, urusan air adalah urusan hidup mati bagi orang tani. Jika irigasi mampet, dapur petani ikut terancam tidak ngebul. Oleh karena itu, penyisiran dilanjutkan ke Dam 27/28 di wilayah Lemahbang yang juga mengalami kondisi serupa.

Langkah nyata wakil rakyat ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana. Menurutnya, aksi kolaborasi turun ke sawah ini membuat pemetaan masalah jadi lebih jelas.

Feriana menjelaskan, perbaikan irigasi memang butuh kerja sama utuh. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan menangani jalur primer dan sekunder, sementara pihaknya fokus mengawal saluran tersier yang langsung mengalir ke petakan sawah.

“Kalau tersiernya diperbaiki tapi saluran utamanya masih bocor, ya sama saja bohong. Jadi primer dan sekunder kita benahi dulu. Untuk tersier, awal 2027 siap kami datakan dan usulkan,” jelas Feriana.

Bagi puluhan kelompok tani di Karanganyar, aksi nyata Latri Setyowati bersama dinas terkait memberi angin segar. Warga tak lagi butuh retorika manis, melainkan kepastian air kembali mengalir lancar agar bulir-bulir padi di sawah mereka bisa tumbuh subur. ( bre )