Sisa Darah di Toko Rumah Matahari Ayu Karangpandan dan Pelarian Dua Pekan Sejoli Karanganyar yang Berakhir Dini Hari

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Jejak ceceran darah di dekat meja kasir dan ruang ganti Toko Rumah Matahari Ayu, Karangpandan, akhirnya menemukan titik terang. Setelah dua pekan dalam bayang-bayang ketakutan dan pelarian yang berpindah-pindah kota, langkah sejoli E dan L terhenti di tanah Jawa Timur.

Rabu (30/9/2026) subuh, saat dingin masih menyelimuti Kabupaten Sidoarjo, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karanganyar bergerak senyap. Tepat pukul 04.00 WIB, tempat penyembunyian pasangan tersebut digerebek. Tanpa ada perlawanan, pelarian panjang E dan L resmi berakhir di tangan petugas.

Kisah kelam ini bermula pada Rabu (16/9/2026) malam, sekira pukul 18.50 WIB. Suasana toko yang tenang mendadak berubah menjadi mencekam ketika N, penjaga toko yang sedang bertugas sendirian, diserang secara mendadak menggunakan senjata tumpul. Korban tersungkur dengan luka berat di bagian kepala hingga harus dilarikan ke RSUD Karanganyar untuk menyelamatkan nyawanya.

Di lokasi kejadian, Tim Inafis Satreskrim Polres Karanganyar bersama Polsek Karangpandan mengumpulkan setiap petunjuk yang tertinggal. Sebuah palu keras yang diduga kuat dipakai untuk menganiaya korban, pakaian berbercak darah, hingga rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi menjadi kunci penting yang perlahan menuntun polisi mengejar jejak pelaku.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiyono, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya membekuk pasangan buron tersebut setelah melakukan penyelidikan maraton.

“Dua orang terduga pelaku penganiayaan penjaga toko di Karangpandan berhasil kita tangkap di Sidoarjo, Jawa Timur, tadi pagi sekira pukul 04.00 WIB,” ungkap AKP Wikan saat memberikan keterangan di Mapolres Karanganyar, Rabu sore.

Kendati kedua pelaku telah tiba di Mapolres Karanganyar, misteri di balik aksi nekat tersebut masih disimpan rapat oleh penyidik. Pihak kepolisian masih mendalami rute pelarian, modus, hingga motif utama yang mendorong sejoli ini melakukan aksi penganiayaan berat tersebut.

“Penyidik masih perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan secara mendetail terkait motif dan modusnya. Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangan selanjutnya,” pungkas Wikan. ( bre )