Kenalkan Dafa dan Fatimah, Face of Karanganyar Pilihan Baru di Malam Puncak Putra Putri Lawu 2026

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Panggung Pendopo RM Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar bergema riuh pada Sabtu malam (26/9/2026). Di bawah hangatnya nuansa budaya dan kerlip lampu panggung, Kabupaten Karanganyar akhirnya resmi menemukan “wajah baru” yang siap menebar pesona pariwisata daerah.

Adalah Dafa Putra Lufrianto, pemuda asal Karanganyar (nomor peserta 1), dan Siti Fatimah, gadis berbakat dari Kecamatan Jatiyoso (nomor peserta 14), yang sukses melangkah paling jauh. Keduanya resmi dinobatkan sebagai Juara I Putra dan Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2026.

Malam Grand Final ini tak hanya sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga panggung selebrasi bagi anak-anak muda lokal yang punya mimpi besar untuk tanah kelahirannya. Acara ini disaksikan langsung oleh Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E., jajaran Forkopimda, serta deretan tamu undangan yang hadir memberikan dukungan.

Bukan Cuma Mahkota, Tapi Juga Soal Konten Kreatif

Di era yang serba digital ini, menjadi seorang duta wisata jelas menuntut hal yang lebih dari sekadar gaya dan wawasan. Ada tugas penting yang menunggu di depan mata: membuat pesona alam, kebudayaan, hingga kuliner khas Karanganyar “wara-wiri” di linimasa media sosial anak muda.

Pesan ini disuarakan langsung oleh Bupati Rober Christanto dalam sambutannya. Menurutnya, promosi wisata masa kini butuh sentuhan anak muda yang melek teknologi dan pandai bercerita (storytelling).

“Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar berperan penting untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Karanganyar. Salah satu yang bisa dilakukan melalui media sosial. Kreativitas dalam memproduksi konten dan publikasi akan sangat berpengaruh,” pesan Bupati Rober.

Karanganyar sendiri dikenal kaya akan destinasi—mulai dari sejuknya wisata alam lereng gunung, jejak sejarah dan budaya, ramahnya desa wisata, hingga potensi UMKM dan ekonomi kreatifnya. Di sinilah Dafa dan Fatimah diharapkan hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi lokal tersebut ke mata dunia.

Deretan Pemenang dan Harapan Baru

Persaingan di panggung grand final berlangsung begitu hangat dan kompetitif. Selain penobatan Dafa dan Fatimah sebagai pemenang utama, gelar Juara II diraih oleh Fariz Nur Wicaksono (Ngargoyoso) dan Clarissa Floreta Az Zahra (Kebakkramat). Sementara posisi Juara III ditempati oleh Ikhsan Anggar Dwi P. (Kerjo) dan Adinda Septi Ramadani (Kebakkramat).

Tidak ketinggalan, beberapa apresiasi khusus juga disematkan kepada para finalis untuk kategori Harapan, Berbakat, Kepribadian, Intelegensia, hingga Fotogenik.

Bagi para finalis, malam puncak ini sejatinya baru menjadi langkah awal. Dafa dan Fatimah kini mengemban amanah baru untuk membawa napas kesegaran bagi pariwisata Karanganyar—menciptakan gagasan promosi yang relevan, mengajak wisatawan berkunjung, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

Selamat untuk para pemenang! Selamat bertugas membawa nama Karanganyar kian mendunia lewat kreativitas anak muda. ( rls/ bre )