Fokus Jateng, SURAKARTA— Cahaya lilin memenuhi halaman Plaza Balai Kota Surakarta atau Solo, Senin malam, 14 September 2026. Puluhan jurnalis berkumpul dalam aksi doa bersama untuk lima wartawan dan tiga awak kapal yang masih hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Aksi tersebut digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Para jurnalis menyalakan lilin sembari mendoakan agar delapan orang yang hilang segera ditemukan.
Sejumlah poster dibawa dalam aksi tersebut. Salah satu tulisan yang menjadi pesan utama berbunyi, “Tidak ada berita seharga nyawa.”
Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi mengatakan aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada keluarga korban dan tim pencarian. Para jurnalis di Solo, kata dia, berharap operasi SAR segera menemukan keberadaan rekan mereka.
“Mari kita satukan doa, menyalakan harapan, dan terus percaya bahwa mereka akan segera kembali pulang dengan selamat,” ujar Yoma.
Menurut Yoma, peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilakukan dengan persiapan dan pertimbangan sebelumnya. Rombongan menggunakan kapal yang disewa bersama awak kapal dari masyarakat setempat yang dinilai memahami kondisi wilayah perairan tersebut.
“Terlebih mereka berangkat dengan menyewa kapal dan crew kapal dari warga lokal yang paham akan lingkungan. Jadi ini sudah melalui pertimbangan yang matang,” katanya.
Aksi malam itu tidak hanya diikuti pewarta foto. Wartawan dari media cetak, televisi, hingga media daring turut hadir dan mengikuti doa bersama.
Yoma mengatakan peristiwa tersebut kembali mengingatkan tentang risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan. Menurut dia, jurnalis tetap perlu memperhatikan keselamatan saat berada di lokasi dengan kondisi berbahaya.
Lima wartawan dan tiga awak kapal sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Senin 7 September 2026 ketika berada di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Hingga Senin malam, proses pencarian oleh tim SAR gabungan masih berlangsung menggunakan armada laut dan udara.
Melalui aksi tersebut, para jurnalis Surakarta berharap pencarian segera menemukan titik terang dan seluruh korban dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat. (*Thia/***)
