Petani Karanganyar Sumringah, Bendungan Jlantah Resmi Beroperasi: Banyu Lancar, Panen Bisa Tiga Kali Setahun!

FOKUSJATENG.COM. KARANGANYAR — Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah para petani di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Pasalnya, impian mereka memiliki pasokan air yang stabil kini terwujud setelah Bendungan Jlantah resmi diresmikan pada Jumat, 10 Juli 2026.
Jika biasanya mereka didera rasa was-was setiap memasuki musim ketigo (kemarau), kini suasananya berbalik menjadi adem ayem. Bendungan yang didanai penuh oleh APBN ini siap mengubah peta pertanian di bumi Intanpari.

Ora Perlu Giliran Banyu Berhari-hari Lagi

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengungkapkan rasa lega yang luar biasa. Sebelum bendungan ini berdiri, perkara *banyu* (air) selalu menjadi pemicu pusing tujuh keliling bagi para petani setempat.
“Uwis bertahun-tahun kalau sudah masuk bulan Juni atau Juli, daerah bawah sini pasti kering kerontang. Petani sampai harus gilir banyu seminggu sekali, itu pun tetap saja musim tanam ketiga sering kebeler (gagal panen) karena kurang air,” kesah Sugeng dengan logat khasnya.

Namun kini cerita miring itu sudah lewat. Sugeng bersaksi bahwa saat ini aliran air dari Bendungan Jlantah terus mengalir tanpa putus, memberikan kepastian bagi masa depan sawah mereka.

Dulu: Hanya bisa 2 kali musim tanam (MT), musim ketiga pasrah karena kekeringan.

Sekarang:  Mantap menatap 3 kali musim tanam setahun penuh dengan hasil optimal.

Berkah Melimpah untuk Ketahanan Pangan Jawa Tengah

Dari sudut pandang pemangku kebijakan, Bendungan Jlantah bukan sekadar bangunan beton pemutus arus sungai, melainkan mesin penggerak kesejahteraan masyarakat *wong Jateng*.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, menyampaikan rasa *matur nuwun* (terima kasih) yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Berikut adalah proyeksi dampak luar biasa dari Bendungan Jlantah:

Irigasi Eksisting 1.500 Hektare lahan tani  Pengairan stabil sepanjang tahun
Cetak Sawah Baru 229 Hektare lahan baru  Perluasan area produksi pangan
Total Produksi Padi ± 27.000 Ton gabah/tahun  Ketahanan pangan Jateng makin kokoh
Air Baku Domestik 125 Liter per detik  Pemenuhan kebutuhan air bersih warga
Energi Hijau  Pembangkit Listrik (PLTA)  Mendukung energi baru terbarukan

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat. Kami juga berterima kasih kepada Pemkab Karanganyar yang sudah *sengkuyung* (gotong royong) membantu penyediaan lahan dan sosialisasi yang guyub rukun dengan masyarakat,” tutur Sumarno.

Masih Ada PR Jaringan Irigasi di Bagian Hilir

Meski disambut suka cita, proyek besar ini belum sepenuhnya selesai 100 persen untuk sampai ke petak sawah paling ujung. Sumarno menegaskan, pemerintah tidak mau setengah-setengah dalam memberikan kemaslahatan bagi warga.
Saat ini, Pemprov Jateng dan Pemkab Karanganyar tengah mempeng (giat) berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk mengajukan pembangunan jaringan irigasi tersier melalui Instruksi Presiden (Inpres). Harapannya, pembagian tugas bisa berjalan lancar: Kementerian PU menggarap jaringan primer dan sekunder, sementara daerah menyisir jalur tersiernya.

Di sisi lain, Sugeng selaku perwakilan petani juga menitipkan harapan agar bendung-bendung kecil di bagian hilir yang saat ini rusak bisa segera diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Harapan kami, bendung kecil di bawah yang rusak itu *ndang* (segera) diperbaiki. Kalau mengandalkan swadaya masyarakat, modalnya tidak ada. Jika hilirnya beres, air dari Bendungan Jlantah ini bisa mengalir sampai ke kawasan Jatipuro tanpa ada yang terbuang sia-sia ke laut,” pungkas Sugeng penuh harap.