Wujudkan ‘Green Masjid’, MD FORHATI Solo Raya Ajak Jamaah Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan

FOKUSJATENG.COM, SOLO — Masjid kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat gerakan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan keluarga. Pada Jumat (30/1/2026), MD FORHATI Solo Raya resmi meluncurkan program “Green Masjid” di Masjid Ar Rohmah, Jebres, Solo.

Inisiatif ini mengusung misi besar: menjadikan masjid sebagai basis pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui aksi nyata mencintai bumi. Salah satu agenda utamanya adalah pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Harmoni Antara Profit, People, dan Planet

Kegiatan ini mendapat apresiasi khusus dari Koordinator Presidium KAHMI Solo, Prof. Agung Nur Probohudono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konsep Triple Bottom Line dalam kehidupan.

Menurutnya, kesuksesan sejati harus menyeimbangkan tiga aspek utama:

  • Profit: Keberlangsungan ekonomi.

  • People: Kesejahteraan sosial.

  • Planet: Pelestarian lingkungan hidup.

“Melalui pemanfaatan pekarangan, keluarga tidak hanya mendapat sumber pangan tambahan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan konsumsi pangan sehat yang bergizi,” ujar Nining Sholikhah, Koordinator Presidium FORHATI Solo Raya.

Solusi Sampah Dapur dan Kemandirian Pangan

Pelatihan yang dipandu oleh Rahadi Al Paluri ini diikuti oleh 50 jamaah yang antusias mempraktikkan teknik penanaman sayuran di lahan terbatas. Menariknya, program ini tidak hanya bicara soal menanam, tetapi juga pengelolaan limbah rumah tangga.

Bu Nunik, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan teknik yang diajarkan. “Saya senang sekali… selain bisa menanam dengan baik, kami akan bisa menyelesaikan masalah sampah dapur kami,” ungkapnya.

Gerakan Berkelanjutan

Selain pelatihan, MD FORHATI Solo Raya juga mengadakan kegiatan rutin berbagi beras dan sayur gratis bagi jamaah. Ketua Takmir Masjid Ar Rohmah, Bapak Teguh Sarosa, berharap kerja sama ini menjadi awal dari perubahan gaya hidup jamaah yang lebih mandiri dan peduli lingkungan.

Melalui program daerah binaan ini, masjid diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengoptimalkan potensi alam di sekitar rumah demi dampak nyata bagi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. ( rls/ bre )