Fokus Jateng-BOYOLALI , – Pemerintah Kabupaten Boyolali meraih penghargaan pada ajang Universal Health Coverage Awards (UHC Awards) Tahun 2026 atas keberhasilan capaian kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Boyolali meraih sebesar 98,38 persen dari total penduduk Kabupaten Boyolali sudah terdaftar sebagai peserta JKN.
Turut hadir dalam kegiatan UHC Awards adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, kehadiran Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit, sekaligus menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan. Selasa 27 Januari 2026.
“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera, dan unggul,” lanjutnya.
Cak Imin menyampaikan target pemerintah untuk terus memperluas cakupan kepesertaan Program JKN hingga mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029. Ia menekankan bahwa keberlanjutan kepesertaan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pemerintah daerah.
“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Selain perluasan cakupan, pemerintah agar mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan agar manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” tegas Cak Imin.
Ia menambahkan, pemberian UHC Awards Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah yang belum mencapai UHC. Dengan demikian, seluruh masyarakat Indonesia terjamin oleh Program JKN, untuk menciptakan Indonesia yang semakin sehat.
Pada kesemoatan yang sama FX. Kristandiyoko, MPH selalu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali terus bersinergi dengan berbagau pihak memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakatnya.
“Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Boyolali sangat memperhatikan komitmen Pemda Boyolali dalam memastikan penduduk Boyolali memperoleh Jaminan Kesehatan melalui Program JKN. Sehingga saat ini Kabupaten Boyolali memperoleh penghargaan UHC Awards atas pencapaian cakupan peserta dan tingkat keaktifan kepesertaan Program JKN di Boyolali sesuai RPJMD 2025-2029,” jelas Kristandiyoko
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan. Menurutnya, Program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.
“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029,” tegas Ghufron.
Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah. Menurut Ghufron, ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata.
“Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030,” terang Ghufron.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Deddy Febrianto menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali yang menjadi salah satu dari sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota seluruh Indonesia dengan memperoleh capaian UHC lebih dari 98 persen dan mendapatkan penghargaan UHC.
“Berdasarkan data kepesertaan JKN per 31 Desember 2025 Kabupaten Boyolali telah mencapai cakupan kesehatan semesta atau UHC sebesar 98,38 persen dengan tingkat status keaktifan kepesertaan sebesar 81,05 persen,” kata Deddy dalam keterangan tertulisnya.
Dia menjelaskan bahwa capaian UHC menjadi hal penting terutama bagi masyarakat yang dalam kondisi mendesak perlu pelayanan kesehatan dapat segera didaftarkan Program JKN langsung aktif (non cut off), sehingga langsung dapat menerima jaminan pelayanan kesehatan sebagai peserta yang iurannya ditanggung pemerintah daerah.
Hal ini juga memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, berkat adanya program ini serta didukung penuh dari pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam menanggung iuran Program JKN melalui UHC dan menjaga kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Boyolali.
Dengan pencapaian ini, pemerintah Kabupaten Boyolali juga ingin memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam upaya menjamin akses kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh untuk masyarakat. Ini mencerminkan keberhasilan integrasi Program JKN dalam sistem kesehatan lokal, serta komitmen yang konsisten untuk meningkatkan taraf hidup warganya melalui perlindungan kesehatan yang menyeluruh dan kelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali yang selama ini telah bersinergi dalam penguatan prinsip gotong royong demi kesinambungan Program JKN dan peningkatan mutu layanan yang cepat, mudah, dan setara,” ujar Deddy. ( Ist/**)
