FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Kabar baik sekaligus catatan penting datang dari proyek infrastruktur di Kabupaten Karanganyar. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Sikuwung yang berlokasi di Desa Koripan, Kecamatan Matesih, kini mulai memasuki babak akhir. Meski sempat mengalami keterlambatan dari jadwal yang ditentukan, progres fisik proyek ini tercatat sudah menyentuh angka 95 persen.
Proyek senilai Rp 1,1 miliar yang bersumber dari APBD 2025 ini menjadi tumpuan harapan bagi para petani di wilayah Matesih. Pasalnya, saluran irigasi ini sempat lumpuh akibat hantaman bencana tanah longsor beberapa waktu lalu.
Tantangan Medan dan Cuaca Jadi Pemicu
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar, Asihno Purwadi, mengungkapkan bahwa keterlambatan pengerjaan oleh CV Berkah Restu Ibu bukan tanpa alasan. Kondisi geografis yang menantang di area pegunungan serta cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang menghambat alat berat maupun pekerja di lapangan.
“Selain kontur tanahnya yang berada di wilayah pegunungan, faktor cuaca juga sangat berpengaruh. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut sempat terdampak bencana longsor,” jelas Asihno saat dikonfirmasi media.
Akibat longsor tersebut, tim teknis harus memutar otak. Solusi yang diambil adalah membangun jembatan khusus sebagai saluran irigasi pengganti agar air tetap bisa mengalir melewati area yang rawan.
Konsekuensi Denda dan Target Penyelesaian
Meski progresnya sudah sangat dekat dengan kata rampung, aturan tetaplah aturan. Karena melewati batas waktu yang disepakati, pihak penyedia jasa dipastikan terkena sanksi administratif.
-
Sanksi: Denda keterlambatan sebesar satu permil per hari dari nilai pagu anggaran.
-
Komitmen: Pihak penyedia jasa telah menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan sesegera mungkin.
“Saat ini tinggal penyempurnaan saja. Harapannya bisa segera rampung dan langsung difungsikan kembali,” tambah Asihno.
Harapan untuk Petani Matesih
Kepastian selesainya proyek ini juga dinanti oleh jajaran pemerintah daerah. Sebelumnya, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, sempat turun langsung ke lokasi untuk memastikan pengerjaan tetap berjalan di jalur yang benar.
Fokus utamanya hanya satu: mengaktifkan kembali pasokan air. Dengan normalnya irigasi DI Sikuwung, lahan pertanian di Kecamatan Matesih diharapkan bisa kembali produktif tanpa khawatir terkendala krisis air, sehingga aktivitas ekonomi petani setempat kembali bergeliat. ( bre )
