Fara, Bocah Cantik Asal Cepogo Boyolali Ini Harus Melawan Wilm’s Tumor Stadium 3

Fara, penderita Wilm's Tumor stadium tiga mendapat perawatan intensif di rumahnya. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Harshavina Adhwa Faradisa atau Fara adalah bocah cantik dan murah senyum. Namun, selama 9 bulan belakangan, dia mengalami cobaan besar dalam hidupnya. Fara yang masih berusia 5,8 tahun harus berjuang melawan kanker.

Sekitar bulan Juni tahun lalu, Fara didiagnosa mengidap Wilm’s Tumor stadium 3 atau kanker nephroblastoma, salah satu jenis kanker ginjal langka yang hanya menyerang anak-anak.

Sementara sang ibu, Harni (33), mengaku tidak menyangka anaknya mengidap penyakit langka, apalagi harus kehilangan satu ginjal. Namun ia tahu bahwa pengangkatan ginjal dibutuhkan untuk mengobati anaknya.

“Sembilan bulan lalu, setelah terjatuh di teras tetangga perutnya kayak kembung, besar tapi keras. Kami pikir mungkin masuk angin atau sulit BAB. Jadinya diurut saja. Tapi kok sudah 2 pekan nggak berubah, akhirnya kami bawa ke RSUD Boyolali,” tutur Harni saat ditemui di kediamannya, di Dusun Tegalsari RT13 RT02 Desa Mliwis Cepogo.

Pemeriksaan CT Scan, USG dan rontgen pun dilakukan untuk mengetahui apa penyebab bengkak di perut Fara. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor di ginjal.

“Setelah positif Wilm’s Tumor kami dirujuk ke RS Moewardi solo. Di sana dikonfirmasi bahwa memang ginjalnya harus diangkat,” tuturnya lagi.

Sebelum ginjalnya diangkat, menurut Harni, sempat dilakukan embolisasi tapi ternyata gagal karena pembuluh darah yang menuju tumornya sudah terhimpit. Kemoterapi jadi satu-satunya pilihan untuk mengurangi resiko perdarahan pada saat pengangkatan.

“Setelah kemoterapi, Fara jadi gundul dan mukositis parah, juga mengalami pembengkaan Hati,” katanya.

Selain itu penyakit ini menyebabkan berat badan Fara menurun drastis hingga masuk ke dalam kategori gizi buruk. Ia mengungkapkan, jika camat sempat menjenguk anaknya.

“Tadi pagi, bapak camat sudah datang menjenguk anak saya,” tambahnya.

Harni berharap putrinya bisa sembuh dan berkembang seperti anak lainnya. “Kalau harus operasi dan membayar semua, kami tentu tidak memiliki dana yang cukup. Penghasilan ayahnya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari- hari,” katanya.

Camat Cepogo Insan Adi Asmono mengatakan, saat ini Fara membutuhkan uluran tangan dan sumbangsih masyarakat untuk biaya pengobatannya yang tidak murah. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk melanjutkan proses kemoterapi di RS Moewardi Solo, serta untuk radio terapi di RS Karyadi Semarang.

Selain itu juga butuh biaya buat beli susu yang mahal itu untuk menaikkan berat badan Fara, juga buat beli susu adiknya yang baru berumur 5 bulan.  “Adiknya terpaksa minum susu formula karena ibunya harus menemani Fara selama pengobatan,” katanya.