224 Mahasiswa FKIP UMS KKN di Boyolali. Ini Dua Kecamatan yang Dipilih Kampus…

Serah terima mahasiswa KKN UMS di Pendapa Gede, Pemkab Boyolali, Selasa 23 Januari 2018. (Dok. Diskominfo Boyolali/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI – Sebanyak 224 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua kecamatan di Boyolali. Kecamatan Simo dan Nogosari dipilih pihak kampus mulai Selasa 23 Januari 2018 hingga Sabtu 10 Maret 2018. KKN sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap masyarakat yang diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan mahasiswa perguruan tinggi.

Mereka resmi diserahterimakan Wakil Dekan I FKIP UMS Sutama kepada Pemkab Boyolali yang diwakil Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Khusnul Hadi di Pendapa Gede Boyolali, Selasa 23 Januari 2018.

Sutama menjelaskan, kegiatan KKN di awal tahun 2018 tersebut merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa FKIP UMS. Terlebih kegiatan KKN bertujuan untuk menerapkan atau mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang teoritis ke kehidupan masyarakat khususnya pada bidang pendidikan baik itu pendidikan formal maupun nonformal.

“Harapan kami seusai KKN ini berakhir nantinya, mahasiswa mampu meningkatkan kompetensi sosial, kepribadian dan spiritual ke arah yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi lokasi KKN berlangsung,” ungkap Sutama yang juga merupakan putra daerah Boyolali ini.

Pemkab Boyolali menyambut baik kegiatan KKN tersebut dengan harapan kegiatan KKN mampu bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan warga Simo dan Nogosari dalam bidang pendidikan. Khusnul juga menambahkan bahwa program KKN FKIP UMS ini sesuai dengan program Pemkab Boyolali dalam mewujudkan Boyolali yang cerdas (smart city).

“Kerjasama ini sangat memungkinkan untuk mewujudkan smart city di Boyolali, sehingga kami harap mahasiswa ini mampu mengenali potensi di daerah, mengenali permasalahan serta mencari solusi yang cerdas untuk menyelesaikannya,” harap Khusnul.