GSI Gelar Refleksi Sumpah Pemuda di Tugu Lilin Solo

Gerakan Solusi Indonesia (GSI) akan mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk GSI Youth Fest 2026. Jumpa pers dilangsungkan di Kota Surakarta, Senin, 26 Oktober 2026. (*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA—Gerakan Solusi Indonesia (GSI) mengajak anak muda memaknai Sumpah Pemuda melalui pertunjukan seni dan budaya di Tugu Lilin, Penumping, Surakarta, Selasa malam, 27 Oktober 2026. Dalam acara bertajuk Malam Refleksi Menuju 100 Tahun Soempah Pemoeda tersebut, GSI menyiapkan pertunjukan wayang, stand-up comedy kebangsaan, pembacaan puisi, hingga prosesi penyatuan tanah dari berbagai daerah di Indonesia.Kegiatan yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB itu akan dikemas melalui konsep lesehan wedangan dan panggung seni. Penyelenggara memilih pendekatan tersebut untuk menghadirkan suasana refleksi kebangsaan yang lebih santai dan dekat dengan generasi muda, tanpa mengandalkan orasi politik.

Dewan Pakar GSI, Andina Elok Maharani, mengatakan peringatan Sumpah Pemuda perlu menghadirkan nilai sejarah dalam bentuk kegiatan yang relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.

“Besok tanggal 27 malam 28 ini bukan hanya sekadar seremonial belaka, tetapi adalah suatu kegiatan nyata yang mengandung unsur filosofis, historis, dan akademis yang dibungkus dalam suatu kegiatan seni,” kata Andina dalam jumpa pers GSI Youth Fest 2026 di Canting Londo Kitchen, Laweyan, Surakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Sejumlah tokoh dijadwalkan menyampaikan pesan kebangsaan melalui pertunjukan seni. Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta, Supriyanto, akan membawakan lakon wayang bertema kebangsaan. Adapun Kapolresta Surakarta, AKBP Candra Sasongko, dijadwalkan menyampaikan pesan kepemudaan melalui stand-up comedy.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani juga akan membacakan puisi bersama para aktivis pemuda. Sementara itu, Andina menyiapkan dongeng edukatif mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda pada era disrupsi teknologi.

Selain pertunjukan seni, acara tersebut akan diisi prosesi penyatuan tanah dari berbagai daerah ke dalam sebuah kendi. Prosesi ini dimaksudkan sebagai simbol persatuan bangsa di tengah keberagaman latar belakang masyarakat Indonesia.

CEO GSI, Hendry Tri Asmoro, mengatakan pemilihan Tugu Lilin berkaitan dengan sejarah pergerakan kebangsaan. Menurut dia, lokasi tersebut menjadi pengingat atas semangat persatuan pemuda dari berbagai daerah.

“Titik kumpulnya di Tugu Lilin karena kita mengembalikan ke titik awal. Tugu Lilin merupakan simbol menyala dan tempat berkumpulnya pemuda-pemudi dari berbagai daerah pada masa lalu yang membawa tanah dari daerah masing-masing untuk disatukan,” ujar Hendry.

Melalui kegiatan tersebut, GSI ingin mengajak generasi muda melihat kembali nilai persatuan yang menjadi salah satu landasan pergerakan pemuda Indonesia. Andina menilai perjuangan pemuda pada masa lalu masih relevan dengan tantangan generasi sekarang.

Menurut Andina, pemuda tidak hanya menjadi pewaris kemerdekaan, tetapi juga perlu meningkatkan kualitas diri agar mampu mengambil peran dalam kepemimpinan masa depan.

Malam refleksi di Tugu Lilin menjadi bagian dari rangkaian GSI Youth Fest 2026. Festival tersebut akan mencapai puncaknya pada 8 November 2026 di GOR Indoor Manahan, Surakarta, dengan agenda bursa kerja, UMKM Expo, informasi beasiswa, talkshow inspiratif, dan konser musik.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan dapat mencari informasi melalui akun Instagram resmi GSI, @gerakansolusi.id. (*Thia/***)