GSI Dorong Kolaborasi Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Gerakan Solusi Indonesia (GSI) akan mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk GSI Youth Fest 2026. Jumpa pers dilangsungkan di Kota Surakarta, Senin, 26 Oktober 2026. (Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA-Gerakan Solusi Indonesia (GSI) mendorong kolaborasi pemuda lintas suku, agama, golongan, dan kelompok untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Gagasan tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan bertajuk GSI Youth Fest 2026 di Surakarta.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bursa kerja dan akses beasiswa hingga ruang berbagi pengalaman bagi pelaku usaha muda.

Ketua Pembina GSI yang juga Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, mengatakan perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk bekerja sama. Menurut dia, setiap kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Di dalam Gerakan Solusi Indonesia (GSI), tidak ada dominasi mayoritas maupun minoritas. Semua ras, suku, agama, golongan, dan partai berkedudukan sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” kata Pujiyono dalam jumpa pers GSI Youth Fest 2026 di Canting Londo Kitchen, Laweyan, Surakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

Pujiyono menilai perubahan membutuhkan kolaborasi yang diwujudkan melalui tindakan nyata secara konsisten. Semangat tersebut, kata dia, menjadi salah satu landasan penyelenggaraan rangkaian kegiatan GSI menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Gagasan kolaborasi itu diterjemahkan melalui sejumlah program yang menyasar kebutuhan generasi muda. Dalam GSI Youth Fest 2026, penyelenggara menyiapkan bursa kerja dengan lebih dari 1.500 lowongan dari puluhan perusahaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Festival tersebut juga menyediakan informasi beasiswa untuk jenjang SMA, SMK, hingga perguruan tinggi. Bagi pemuda yang tertarik merintis usaha, GSI menghadirkan 35 Local Hero Jawa Tengah untuk berbagi pengalaman mengenai proses membangun bisnis.

Dewan Pembina GSI, Zulkifli Gayo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi anak muda yang ingin mencari pekerjaan, tetapi juga bagi mereka yang ingin mengembangkan kemampuan dan mengekspresikan diri.

“Kegiatan ini bukan hanya sebatas untuk mencari kerja, tetapi menjadi tempat orang yang ingin berekspresi dengan berbagai macam cara,” ujar Zulkifli.

Selain program ketenagakerjaan dan kewirausahaan, GSI menggelar Malam Refleksi Menuju 100 Tahun Soempah Pemoeda di Tugu Lilin, Penumping, Surakarta, pada Selasa malam, 27 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut akan menggabungkan pertunjukan seni budaya, dialog kebangsaan, dan prosesi penyatuan tanah dari berbagai daerah ke dalam satu kendi. Penyelenggara ingin menjadikan acara itu sebagai ruang untuk membicarakan kembali semangat persatuan dalam kehidupan masyarakat yang beragam.

Dewan Pakar GSI, Andina Elok Maharani, mengatakan perjuangan pemuda dalam sejarah kemerdekaan Indonesia perlu diteruskan melalui peningkatan kualitas diri dan keterlibatan dalam kehidupan berbangsa.

“Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan pemuda, sangat relevan dengan slogan kami: ‘Pemuda adalah Solusi’. Pemuda bukan hanya pewaris kemerdekaan, tetapi bagian dari kepemimpinan masa depan yang harus meng-upgrade kualitas dirinya,” kata Andina.

Puncak GSI Youth Fest 2026 akan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026, di GOR Indoor Manahan, Surakarta. Agenda tersebut mencakup bursa kerja, UMKM Expo, pameran kisah inspiratif 35 Local Hero Jawa Tengah, talkshow, informasi beasiswa, dan konser musik yang menghadirkan Darboy.

Pujiyono berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan aktivis, wirausahawan, dan pemuda dari berbagai daerah.

Ia juga berharap kegiatan itu dapat menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk membangun kerja sama dalam menyongsong cita-cita Indonesia Emas 2045.

Informasi mengenai rangkaian acara dan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram resmi GSI, @gerakansolusi.id. (*Thia/**)