POLIRAN Polres Sragen Buka Jalan Menuju Jepang, Kapolres: Raih Masa Depan dengan Kerja Keras dan Jalur Resmi

Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya, hadir langsung dalam kegiatan tatap muka di LPK Arata Sragen, Kamis (22/10/2026). (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Kepedulian Polri terhadap persoalan pengangguran diwujudkan melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Polres Sragen hadir memberikan motivasi, edukasi, sekaligus penguatan wawasan kepada puluhan peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Arata Sragen yang tengah mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.

Kapolres Sragen AKBP Heru Antariksa Cahya, hadir langsung dalam kegiatan tatap muka di LPK Arata Sragen, Kamis (22/10/2026). Di hadapan sekitar 70 peserta, Kapolres memberikan dorongan agar generasi muda berani mengambil peluang, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan masa depan melalui jalur kerja yang aman dan sesuai prosedur.

“Saya bangga kepada adik-adik semua karena berani berpikir maju, melihat peluang jauh ke depan, dan berani keluar dari pola pikir yang biasa. Jadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, tetapi persiapkan diri dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” pesan AKBP Heru Antariksa Cahya.

Menurut Kapolres, bekerja di luar negeri bukan semata-mata tentang memperoleh penghasilan, melainkan juga kesempatan meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi bagi negara. Pekerja migran Indonesia merupakan bagian penting dalam menggerakkan perekonomian dan membawa nama bangsa di negara tujuan.

Karena itu, Kapolres mengingatkan para peserta agar memahami hak dan kewajibannya sebagai calon pekerja migran. Mereka diminta menempuh jalur resmi, mempelajari kontrak kerja secara cermat, menaati peraturan, serta tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan kemudahan tanpa kejelasan prosedur.

“Jangan mudah tergiur iming-iming kemudahan dari pihak yang tidak jelas, karena justru bisa menjerumuskan. Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang, kuasai keterampilan kerja, dan pahami prosedur keberangkatan. Saya berharap adik-adik dapat berangkat dengan aman, bekerja dengan baik, meraih kesuksesan, dan kembali ke Tanah Air membawa hasil yang membanggakan,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya sikap saling melindungi ketika kelak berada di negeri orang. Perbedaan lingkungan dan budaya harus disikapi dengan kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia. Satu sama lain juga harus saling menjaga dan melindungi,” pesannya. Program Poliran tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mendukung masyarakat menghadapi persoalan sosial, termasuk pengangguran.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat edukasi, motivasi, dan pendampingan agar masyarakat memiliki bekal untuk memperjuangkan masa depan. Dalam kegiatan yang sama, Kasat Binmas Polres Sragen AKP Dwi Ida Susiani, mengajak peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan ekonomi maupun kegagalan sebagai alasan untuk menyerah.

Menurutnya, semangat belajar, keterbukaan, kerja sama, dan sikap saling melindungi merupakan modal penting dalam menghadapi dunia kerja. Sementara itu, Kapolsek Sragen Kota AKP Teguh Purwoko, turut memotivasi peserta agar berani mengejar cita-cita, tidak mudah putus asa ketika menghadapi kegagalan, serta mengikuti arahan lembaga pelatihan dan prosedur resmi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kapolres Sragen dan para peserta LPK Arata. Melalui dialog tersebut, peserta memperoleh ruang untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai persiapan bekerja di luar negeri.

Melalui Poliran, Polres Sragen menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar berani melangkah, meningkatkan kemampuan, dan membuka peluang menuju kehidupan yang lebih baik. (hr)