FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Gelap malam dan dinginnya angin lereng Gunung Lawu tidak menyurutkan langkah para sukarelawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah perjuangan fisik dan mental menembus medan yang tak mudah, derap semangat para relawan Pos Aju 1 Cemoro Kandang mendapat pasokan energi moral hangat pada Sabtu malam.
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Komandan SAR Karanganyar, Hendro Prayitno, S.H., M.M., serta Anggota DPRD Karanganyar, Boby Aditya Putra, meninjau langsung Pos Aju 1 Cemoro Kandang. Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat ini tidak sekadar untuk memantau koordinasi teknis penanganan karhutla Gunung Lawu, melainkan membawa pesan empati yang mendalam bagi mereka yang berada di garis depan.
Lebih dari Sekadar Memadamkan Api
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rober Christanto memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan oleh ratusan relawan gabungan. Senada dengan hal tersebut, Komandan SAR Karanganyar Hendro Prayitno juga memberikan wejangan serta penguatan mental agar seluruh tim senantiasa mengutamakan aspek keselamatan (safety first) dalam setiap aksi penanganan.
“Apa yang dilakukan para relawan di sini bukan sekadar aksi memadamkan api,” ujar Hendro Prayitno memberikan support moral. “Ini adalah perjuangan menjaga napas sesama manusia, melindungi ekosistem hutan, dan menyelamatkan bumi kita dari kerusakan yang lebih luas.”
Dukungan moral juga disampaikan oleh Boby Aditya Putra selaku anggota DPRD Karanganyar. Kehadirannya menjadi simbol sinergi dan perhatian penuh lembaga legislatif terhadap keselamatan jiwa relawan serta kelestarian alam Karanganyar.
Mengedukasi Kesadaran Lingkungan
Aksi pemadaman karhutla Gunung Lawu menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas akan rentannya ekosistem hutan terhadap ancaman kebakaran, terutama di musim kering. Kehadiran para pimpinan daerah dan relawan ini menyelipkan pesan edukatif bagi masyarakat: kelestarian Gunung Lawu adalah tanggung jawab bersama. Menjaga api tidak menyala jauh lebih mudah daripada menembus bahaya untuk memadamkannya.
Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, SAR Karanganyar, wakil rakyat, dan jaringan relawan, penanganan karhutla dilakukan secara terukur dan penuh rasa kemanusiaan.
Menutup pertemuan penuh kehangatan di tengah hawa dingin Cemoro Kandang malam itu, seruan doa dan harapan digaungkan bersama untuk keselamatan seluruh personil serta kedamaian alam semesta.
Avignam Jagat Samagram — Semoga selamatlah alam semesta beserta isinya.
( bre )
