Khusyuk dan Berbudaya: Peringatan Hari Pangan di Karanganyar Memadukan Doa, Sedekah Tani, dan Pangan Murah

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Karanganyar berlangsung dalam suasana yang tak biasa. Menggabungkan ikhtiar ekonomi, kepedulian sosial, serta sentuhan spiritual dan tradisi lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkaikan dengan salat Istisqa dan pembagian sedekah hasil bumi di Lapangan Desa Jati, Kecamatan Jaten, Jumat (16/10/2026).

Langkah multisektor ini diambil sebagai upaya nyata menekan inflasi daerah, sekaligus merespons dampak kemarau panjang yang kian mengancam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah Bumi Intanpari.

Ikhtiar Langit dan Bumi: Doa Bersama hingga Sedekah Hasil Tani

Di bawah naungan cuaca ekstrem dan kekeringan yang melanda, masyarakat bersatu dengan jajaran pejabat Pemkab Karanganyar dalam kekhusyukan salat Istisqa. Momen haru dan religius terpancar saat doa bersama dipanjatkan untuk memohon rahmat hujan dari Sang Pencipta.

Tak hanya pasrah pada keadaan, aksi spiritual tersebut disempurnakan dengan tradisi kepedulian sosial khas masyarakat lokal: sedekah hasil bumi. Para petani dari kawasan dataran tinggi seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, Jenawi, dan Jatiyoso menyumbangkan bermacam-macam sayuran segar hasil panen mereka untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada warga.

Di saat yang sama, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar bergandengan tangan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar membagikan sedekah telur kepada masyarakat. Aksi ini menjadi simbol dukungan moral dan ekonomi bagi para peternak ayam petelur lokal yang tengah menjerit akibat tingginya harga pakan.

Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, menjelaskan bahwa perpaduan kegiatan ekonomi, sosial, dan spiritual ini lahir dari aspirasi mendalam para petani dan warga.

“Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia ini, kita ketahui kondisi cuaca dan iklim sedang tidak menentu. Selain menjadi program kerja, rangkaian kegiatan hari ini merupakan bentuk akomodasi atas aspirasi mendesak dari para petani dan masyarakat,” ujar Feriana di lokasi acara.

Bantuan Pakan Jagung 25 Ton dan Solusi Peternak

Sebagai langkah konkret jangka panjang merespons krisis pakan, Pemkab Karanganyar menyalurkan bantuan pakan jagung secara simbolis sebanyak 25 ton (25.000 kg) bagi peternak lokal.

“Harga pakan jagung saat ini sangat tinggi dan membebani peternak. Bantuan jagung ini menjadi solusi jangka panjang sembari kita dorong peningkatan produksi jagung lokal. Adapun solusi jangka pendeknya kita tempuh melalui gerakan pembelian dan pembagian telur secara masif,” terang Feriana.

Beras Lokal Ludes 5 Menit, Petani Jadi Prima Dona

Di arena Gerakan Pangan Murah (GPM), masyarakat tak hanya berburu komoditas subsidi seperti minyak goreng dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras lokal non-subsidi hasil panen Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suruh Kalang justru menjadi komoditas paling diburu.

Kualitas unggul dan kesegaran beras petani lokal terbukti memikat hati pembeli. Tak butuh waktu lama, stok beras tersebut ludes diserbu warga.

“Beras dari petani Gapoktan Suruh Kalang tadi hanya butuh waktu lima menit langsung ludes. Pembeli mengaku jauh lebih menyukai kualitas beras segar dari petani lokal kita,” tambah Feriana.

Tantangan Musim Tanam III dan Diversifikasi Tanaman

Menghadapi ancaman kekeringan pada Musim Tanam III (MT3), Dispertan PP mengimbau para petani untuk melakukan diversifikasi tanaman dengan beralih ke komoditas hemat air seperti jagung. Imbauan ini dikeluarkan mengingat Luas Tambah Tanam (LTT) padi potensial seluas 6.000 hektar terpaksa mengalami penundaan akibat minimnya curah hujan.

Meski sebagian petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk operasional sumur dalam dan pompa air, harga jual padi dan jagung di pasaran saat ini tergolong masih menguntungkan. Guna menjamin keberlanjutan sektor ini, Pemkab Karanganyar bersama pemerintah pusat berkomitmen mempercepat perbaikan dan pembangunan infrastruktur irigasi di daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan komitmen Pemkab Karanganyar untuk terus memperkuat sinergi inter-lembaga demi menjaga daya beli masyarakat dan menahan laju inflasi pangan.

“Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga adalah kunci utama agar daya beli seluruh lapisan masyarakat tetap terjaga. Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, petani, dan masyarakat, kami berharap upaya menjaga ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pemeliharaan lingkungan hidup secara berkelanjutan,” tegas Adhe. ( bre)