PSSI Bidik 100 Besar FIFA Jelang Kualifikasi Piala Dunia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bicara tentang target Timnas Indonesia bisa menembus 100 besar ranking FIFA menjelang tahapan kualifikasi Piala Dunia 2030, 12 Oktober 2026. ( /"Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA – PSSI menargetkan Timnas Indonesia menembus 100 besar ranking FIFA menjelang tahapan kualifikasi Piala Dunia 2030. Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan Indonesia perlu memaksimalkan setiap pertandingan internasional untuk memperbaiki posisi di peringkat dunia.

Indonesia saat ini berada di peringkat ke-116 FIFA setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Erick mengatakan peningkatan peringkat menjadi perhatian karena tahapan kualifikasi Piala Dunia 2030 dijadwalkan mulai bergulir pada September 2027.

“Karena 2030 kan babak pengisian Piala Dunia sudah mulai September depan, 2027, jadi ya ranking ini penting,” kata Erick di Balai Kota Solo, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut Erick, target terdekat Timnas Indonesia adalah menembus 100 besar dunia. Untuk mencapainya, skuad Garuda perlu mengumpulkan poin sebanyak mungkin dari pertandingan yang dijalani.

“Tentu untuk timnas ini sekarang bagaimana bisa menembus angka 100 besar,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah menghadapi negara dengan peringkat FIFA lebih tinggi. Erick menyebut pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, ingin menguji kemampuan pemain melalui pertandingan melawan lawan yang memiliki posisi lebih baik dalam ranking dunia.

“Dia selalu ingin coba kalau bisa ada game-game dengan lawan-lawan yang lebih tinggi peringkatnya,” tutur Erick.

PSSI juga merencanakan pertandingan tandang pada agenda FIFA Matchday November 2026. Selain membuka peluang untuk menambah poin, pertandingan di luar kandang diharapkan membiasakan para pemain menghadapi atmosfer dan tekanan saat bermain di markas lawan.

“Nanti pertandingan tim nasional di bulan November ini, kita rencananya away. Supaya tim nasional kita sudah mulai terbiasa juga pertandingan home and away,” katanya.

Namun, rencana tersebut masih menghadapi pertimbangan terkait situasi keamanan di Timur Tengah. Erick mengatakan kawasan itu sebelumnya menjadi opsi utama untuk pertandingan tandang November, tetapi PSSI kini mengevaluasi kemungkinan perubahan lokasi.

“Karena memang beberapa kendala di Timur Tengah hari ini cukup mengkhawatirkan. Jadi saya juga mempertimbangkan keselamatan pelatih, pemain kita,” ujarnya.

Erick menjelaskan PSSI masih melakukan negosiasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan mengenai lokasi pertandingan akan mempertimbangkan kondisi keamanan bagi pemain dan pelatih.

“Ada beberapa negosiasi, opsi, apakah Timur Tengah yang sudah menjadi opsi utama kita akan revisi,” ucapnya.

Melalui agenda pertandingan internasional tersebut, PSSI berupaya mendorong peningkatan peringkat Timnas Indonesia sekaligus mempersiapkan tim menghadapi persaingan menuju Piala Dunia 2030. (*Thia/***)