ASN Boyolali Kumpulkan Minyak Jelantah Rumah Tangga

Fokus Jateng, BOYOLALI – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Suraji, mengatakan seluruh ASN mulai mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga melalui organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.

“Semua ASN mengumpulkan di OPD-nya. Nanti dari OPD dibawa ke DLH. Nanti yang mengoordinir pengumpulan DLH,” kata Suraji. Rabu 7 Oktober 2026.

Ia menjelaskan pengumpulan tersebut sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Yaitu, ajakan ASN untuk menyisihkan minimal 600 mililiter minyak jelantah.

Limbah itu kemudian dikumpulkan untuk dijual. Selanjutnya, hasilnya dimanfaatkan bagi kegiatan sosial, pengelolaan lingkungan dan mendukung pembangunan daerah. “Tahap awal sudah terkumpul minyak jelantah sebanyak 45 liter.”

Kemudian, minyak jelantah yang terkumpul kemudian dijual kepada pihak yang mengelolanya. Saat ini, harga minyak jelantah berada di kisaran Rp6.000/ liter. Hanya saja nilai jual bervariasi tergantung kondisi minyak jelantah dan pembeli.

“Rata- rata sekitar Rp 6.000-an/ liter, meski ada juga yang sampai Rp 9.000/ liter.”

Disinggung kegunaan minyak jelantah, Suraji menyebut diolah menjadi biodiesel. Sehingga minyak jelantah tidak sekadar menjadi limbah rumah tangga. Namun, memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

“Sebagian besar nanti didistribusikan, dikirim ke perusahaan yang mengolah menjadi biodiesel. ( yull/**)