FOKUSJATENG.COM, KARANGPANDAN – Satreskrim Polres Karanganyar masih mendalami motif di balik aksi penganiayaan berdarah yang menimpa seorang penjaga toko di Jalan Karanganyar–Tawangmangu, Dusun Kandangmenjangan, Desa/Kecamatan Karangpandan, Rabu (16/9) malam. Polisi belum bisa memastikan apakah insiden ini murni aksi perampokan atau tindak pidana penganiayaan berat.
Peristiwa mencekam yang terjadi di Toko Sepatu dan Baju Matahari Ayu ini pertama kali diketahui setelah warga melapor ke Polsek Karangpandan sekitar pukul 18.50 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Karangpandan bersama tim Inafis Satreskrim Polres Karanganyar tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk mengamankan area dan mengidentifikasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiono, menyatakan bahwa hasil olah TKP awal baru menunjukkan adanya indikasi kuat kekerasan fisik terhadap korban.
“Untuk olah TKP, kita baru bisa menyimpulkan telah terjadi tindak kekerasan fisik. Terkait dengan pencurian atau hanya tindak kekerasan, baru kita dalami. Kita masih berkoordinasi dengan pemilik toko untuk mengecek adakah barang yang hilang,” ujar AKP Wikan di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan adanya barang berharga atau uang tunai yang raib digondol pelaku. Pasalnya, korban tunggal berinisial N, yang merupakan karyawan toko tersebut, belum bisa dimintai keterangan karena dalam kondisi kritis. Korban N kini menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) akibat luka parah di bagian kepala yang diduga kuat akibat hantaman benda tumpul.
Dari hasil penyisiran di lokasi, petugas Inafis menemukan ceceran darah di area meja kasir hingga ruang ganti. Guna menelusuri jejak dan mengidentifikasi pelaku, polisi telah menyita rekaman CCTV di sekitar lokasi serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berserakan di TKP.
Saat ini, penyidik terus berkoordinasi dengan pemilik toko untuk menginventarisasi barang dagangan serta melakukan pengecekan pada pembukuan kasir demi menyimpulkan motif utama di balik aksi keji tersebut. ( gr/bre)
