FOKUSJATENG.COM,KARANGANYAR – Niat hati ingin menguji adrenalin dan menikmati wahana railcoater bersama keluarga, kegembiraan Surogok, pengunjung asal Sragen, justru berujung kekecewaan saat mendatangi Kolam Renang Intanpari, Karanganyar. Wahana rail coaster “Derkuku” yang digadang-gadang menjadi daya tarik di objek wisata tersebut nyatanya tak kunjung beroperasi hingga saat ini.
Surogok sengaja memboyong keluarganya dari Sragen ke Karanganyar untuk mencoba sensasi meluncur di atas rel. Namun, sesampainya di lokasi, wahana ikonik yang ditunggu-tunggu itu justru tampak mati dan tak beroperasi.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, sejak diresmikan wahana rail coaster tersebut memang belum pernah dioperasikan secara umum untuk pengunjung. Tak hanya batal mencoba, para pengunjung—termasuk Surogok—juga mengaku khawatir jika melihat dari dekat fisik konstruksi besi dari rail coaster tersebut yang terkesan kurang kokoh.
Analisis Kondisi dan Dampak Kerangka Wahana
Kekhawatiran pengunjung mengenai faktor keselamatan serta estetika kawasan wisata bukan tanpa alasan. Dari hasil pengamatan dan informasi di lokasi, terdapat beberapa temuan krusial terkait kondisi teknis rail coaster Intanpari:
- Getaran Hebat pada Tiang Penyangga Pada saat pernah dicoba dioperasikan (trial run), tiang-tiang penyangga rail coaster bergetar sangat hebat ketika kereta berjalan. Getaran yang tidak wajar ini diibaratkan seperti sedang terjadi guncangan gempa bumi, yang menandakan lemahnya peredaman getaran serta kekakuan struktur utama.
- Konstruksi Besi Kurang Meyakinkan Secara visual, material dan sambungan besi penyangga dinilai kurang memenuhi standar kekokohan untuk wahana permainan berketinggian. Daya dukung beban (load capacity) dari struktur bawah tampak belum siap menahan beban dinamis saat kendaraan melintas, sehingga memicu rasa takut bagi pengunjung yang melihatnya.
- Mengganggu View Pemandangan Kolam Renang Selain masalah keamanan, keberadaan kerangka besi rail coaster yang membentang namun mangkrak dan tak kunjung berfungsi ini dinilai mengganggu keindahan serta view panorama area Kolam Renang Intanpari. Struktur tinggi yang pasif tersebut justru merusak pemandangan estetik yang seharusnya dinikmati pengunjung saat bersantai bersama keluarga.
Kondisi rail coaster yang tak kunjung jelas nasib operasionalnya ini menjadi catatan penting bagi pihak pengelola. Selain merugikan pengunjung seperti Surogok dari segi kepuasan berwisata, keberadaan struktur tersebut memerlukan evaluasi mendalam agar tidak terus-menerus merusak estetika lokasi dan membahayakan keselamatan jika kelak hendak dioperasikan. ( bre )
