Fokus Jateng, SURAKARTA-Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmao mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah, Jumat, 4 September 2026. Xanana tiba sekitar pukul 12.25 WIB setelah Jokowi kembali dari Salat Jumat.
Kedatangan Xanana disambut langsung oleh Jokowi di halaman rumah. “Selamat datang. Welcome to Solo. Welcome to my home,” kata Jokowi.
“Selamat sore,” jawab Xanana.
Xanana kemudian menyapa wartawan yang berada di sekitar lokasi. “Halo! How are you?” ujarnya.
Pertemuan Jokowi dan Xanana berlangsung dalam suasana santai. Saat menuju ruang makan, Xanana disambut dengan alunan musik keroncong yang memainkan lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang Martohartono.
Xanana terlihat larut dalam suasana tersebut. Dia mengikuti irama musik, bahkan sempat mengambil peran sebagai dirigen dan turut menyanyikan lagu itu sampai selesai.
Jokowi kemudian menjamu Xanana dengan makan siang. Beberapa hidangan yang tersaji antara lain kwetiau, bebek peking, fuyunghai, dan sapi lada hitam. Onde-onde serta sosis basah menjadi bagian dari kudapan yang disiapkan untuk tamunya.
Sembari menikmati jamuan makan siang, Jokowi dan Xanana tampak berbincang tentang berbagai hal, diselingi dengan tawa keduanya karena Xanana kerap melontarkan candaan. Bahkan ketika wartawan masih diberi kesempatan mengabadikan momen keduanya, Xanana juga menyapa dan mengucapkan kalimat-kalimat lucu.
Jamuan makan siang itu berlangsung selama sekitar dua jam. Setelah selesai santap siang, Xanana bersama rombongannya pun berpamitan. Melihat banyak wartawan yang masih meliput kedatangannya itu, alih-alih langsung melayani pertanyaan wartawan, Xanana justru sibuk membagikan permen kepada awak media.
“The candy man is coming! The candy man is arriving!” kata Xanana sambil berjalan menghampiri wartawan. (Manusia permen datang! Manusia permen tiba!),” ucap Xanana sembari membagi-bagikan permen.
Sejumlah wartawan kemudian mengucapkan terima kasih setelah menerima permen. Ketika ada wartawan yang meminta permen lagi, Xanana menanggapinya dengan bercanda.
“Huh? No. The candy man is coming, the candy man is arriving. The candy man is giving. The candy man is giving. The candy man is giving… No, no, open your mouth. The candy man is giving.” (Hah? Tidak. Manusia permen datang, manusia permen tiba. Manusia permen memberi. Manusia permen memberi. Manusia permen memberi… Tidak, tidak, buka mulutmu. Manusia permen memberi.),” katanya.
Aksi Xanana itu mengundang tawa wartawan dan orang-orang di sekitar kediaman Jokowi. Saat seorang wartawan hendak mengajaknya berbicara, Xanana meminta agar wawancara ditunda karena masih sibuk membagikan permen.
“Wait, I’m distributing candy! You know, I am the candy man!” ujar Xanana. (Tunggu, saya sedang membagikan permen! Anda tahu, saya ini manusia permen!),” katanya lagi.
Setelah selesai membagikan permen, Xanana kemudian memberikan keterangan kepada wartawan dengan didampingi Jokowi.
Xanana mengatakan pembicaraannya dengan Jokowi tidak sekadar membahas hubungan personal keduanya. Mereka membicarakan tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia dan Timor-Leste, termasuk persoalan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi anak muda.
“Saya harus berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo karena telah mengundang saya ke Solo dan ke kediamannya. Ini merupakan pembicaraan yang sangat bermanfaat,” ujar Xanana kepada wartawan.
Menurut Xanana, gagasan yang dibangun Jokowi selama memimpin Indonesia masih memiliki relevansi setelah dia tidak lagi menjabat sebagai presiden. Bahkan, Xanana melihat gagasan tersebut dapat memberi dampak hingga ke Timor-Leste.
“Visi yang beliau bangun ketika menjadi Presiden Republik Indonesia tidak berhenti begitu saja, tetapi terus berlanjut melampaui perbatasan hingga ke Timor-Leste,” katanya.
Xanana juga menilai hubungan kedua negara memiliki landasan yang lebih luas daripada kerja sama pemerintah. Dia menyebut Jokowi tetap memberikan perhatian terhadap upaya bersama agar tidak ada masyarakat yang tertinggal.
“Terima kasih, Bapak Presiden. Anda ada di hati rakyat Timor-Leste. Ini menunjukkan, ini adalah sebuah pernyataan yang nyata,” ujar Xanana kepada Jokowi.
Dia mengatakan Indonesia dan Timor-Leste masih memiliki ruang untuk memperluas kerja sama, khususnya yang berkaitan dengan masa depan generasi muda. Pembukaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi menjadi salah satu peluang yang menurut dia perlu terus dikerjakan.
Saat ditanya apa yang akan dilakukan setelah pertemuan tersebut, Xanana menjawab dengan singkat. “Bekerja! Bekerja keras! Bekerja keras!” ucapnya.
Kunjungan itu juga menjadi pengalaman pertama Xanana datang ke Solo. Dia mengaku menikmati kunjungannya dan bahkan menyampaikan keinginannya untuk kembali.
“Bolehkah saya datang lagi dan lagi dan lagi dan lagi? Boleh?” kata Xanana yang dijawab dengan mempersilakannya untuk kembali lagi ke Solo. (*Thia/***)
