Tak Cukup Terampil Menyembelih, Juleha Surakarta Juga Belajar Merawat Cinta Keluarga

Fokus Jateng, SOLO – Kesibukan melayani masyarakat dan berdakwah terkadang membuat seseorang harus menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Di tengah aktivitas tersebut, menjaga kemesraan dengan pasangan menjadi hal penting agar keharmonisan keluarga tetap terpelihara.

Hal inilah yang diangkat Juru Sembelih Halal (Juleha) DPD Kota Surakarta melalui kajian keluarga pada hari ini Sabtu 10 Oktober 2026 malam, bertempat di Serambi Masjid Agung Solo.

Dalam kegiatan kali ini para pemateri mengajak anggota beserta keluarganya belajar membangun rumah tangga harmonis dengan meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.

Salah satu narasumber, Irfan Aditama, mengatakan aktivitas pelayanan masyarakat dan dakwah, terutama menjelang Iduladha, kerap menyita waktu para relawan. Karena itu, keluarga perlu memiliki pondasi yang kuat agar tetap saling memahami dan mendukung.

Kajian tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dikemas dalam bentuk lokakarya dengan praktik langsung.

Peserta akan mempelajari 14 kisah kemesraan Rasulullah SAW, mulai dari panggilan mesra hingga bentuk perhatian sederhana kepada pasangan.

“Jadi, bukan sekadar kajian, tetapi materi langsung dipraktikkan agar bisa diamalkan ketika pulang ke rumah,” ujar Irfan.

Wakil Ketua DPD Juleha Kota Surakarta, Lanjar Sarwanto, menambahkan bahwa penguatan keluarga merupakan bagian dari upaya membentuk anggota Juleha yang berkualitas secara menyeluruh.

Menurut dia, seorang juru sembelih halal tidak cukup hanya terampil menyembelih hewan.

Mereka juga perlu memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak yang baik, serta kecerdasan agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Juleha Surakarta pun berencana menyusun program pembinaan selama dua tahun yang mencakup peningkatan keterampilan penyembelihan, pembelajaran Al-Qur’an, dan penguatan kualitas ibadah.

Melalui kajian ini, Juleha Surakarta berharap anggotanya mampu menyeimbangkan kesibukan melayani masyarakat dan berdakwah dengan tanggung jawab terhadap keluarga.

Sebab, pengabdian kepada masyarakat akan semakin bermakna ketika tetap diiringi perhatian, kasih sayang, dan keharmonisan bersama pasangan. (ANur/***)