Fokus Jateng, SURAKARTA – Peluang kerja di Jepang mengantarkan Veronika Dian Pratiwi, warga Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, memulai langkah baru dalam kariernya. Perempuan muda itu akan bekerja di bidang pengolahan makanan di perusahaan Kaneyamamas, Kota Akita, Jepang, melalui Program Rumah Siap Kerja yang diinisiasi Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
Veronika dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Senin, 12 Oktober 2026. Kesempatannya bekerja di Negeri Sakura bermula ketika ia melihat unggahan akun TikTok Respati yang menginformasikan pembukaan Program Rumah Siap Kerja.
“Saya lihat di TikTok-nya Pak Respati saat pembukaan awal itu. Setelah itu, saya langsung ke Dinas Ketenagakerjaan untuk mendaftar,” kata Veronika, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ia tertarik mengikuti program tersebut karena melihat peluang kerja di Jepang cukup besar. Selain mempertimbangkan penghasilan, Veronika ingin mengenal budaya Jepang sekaligus mendapatkan pengalaman baru untuk mengembangkan kemampuan dirinya.
“Saya masih muda, juga butuh pengalaman dan ingin mengembangkan diri,” ujarnya.
Sebelum mengikuti program tersebut, Veronika sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kawasan Solo Baru pada program studi analis kesehatan. Ia telah menempuh pendidikan selama empat semester sebelum mempertimbangkan pilihan karier lain karena kesulitan mencari pekerjaan.
Kesempatan dari Rumah Siap Kerja kemudian menjadi salah satu jalan yang dipilihnya. Setelah mendaftar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Surakarta, Veronika mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Aoisora dan Fujiyama.
Selama sekitar satu tahun, ia mempelajari bahasa Jepang, kedisiplinan, dan budaya kerja di negara tersebut. Proses pelatihan itu tidak selalu mudah, tetapi memberinya pengalaman untuk membentuk karakter dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja baru.
“Selama proses ini, satu tahun membentuk karakter saya. Banyak pengalaman, belajar tentang kedisiplinan, budaya di sana, dan bahasa,” tuturnya.
Veronika mengaku harus melewati berbagai pengalaman selama menjalani pelatihan. Ada masa ketika ia merasa sedih, tetapi ada pula kebahagiaan karena berhasil melewati tahapan demi tahapan hingga mendapatkan pekerjaan.
“Prosesnya enggak mudah sebenarnya. Ada nangis, ada bahagia, semua campur aduk. Namun, saya bersyukur mendapatkan kesempatan ini,” katanya.
Selama mengikuti program, Veronika memperoleh beasiswa pembelajaran bahasa Jepang tingkat N5. Ia juga mendapatkan fasilitasi dana talangan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng untuk mendukung pemberangkatannya ke Jepang.
Kepala Disnaker Surakarta Pramuteddy Sukoco mengatakan pendampingan diberikan kepada peserta selama mengikuti proses seleksi hingga keberangkatan. Pendampingan juga mencakup konseling setelah peserta mendapatkan pekerjaan.
“Kami memberikan pendampingan konseling selama mengikuti seleksi job, sampai nanti pascapenempatan atau pemberangkatan ke Jepang,” kata Pramuteddy.
Veronika menjadi peserta ke-13 Program Rumah Siap Kerja yang diberangkatkan untuk bekerja di Jepang. Menurut Pramuteddy, hingga saat ini terdapat 20 peserta yang telah mendapatkan pekerjaan melalui program tersebut. Sebanyak 12 orang di antaranya sudah berangkat, sedangkan Veronika menjadi peserta berikutnya yang dijadwalkan berangkat.
Masih ada tujuh peserta lain yang direncanakan menyusul ke Jepang untuk memulai karier mereka.
Bagi Veronika, program tersebut membuka kesempatan bagi anak muda untuk memperluas pilihan pekerjaan, termasuk di luar negeri. Ia berharap fasilitas serupa terus dimanfaatkan generasi muda yang ingin meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pengalaman kerja.
“Programnya sangat bagus untuk anak-anak muda seperti kami supaya bisa mengembangkan diri,” ujarnya.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan Program Rumah Siap Kerja dirancang untuk membantu warga memperoleh pekerjaan dengan upah yang layak. Pemerintah kota, melalui Disnaker, bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja untuk memfasilitasi warga yang ingin memasuki dunia kerja.
Respati mengajak warga Surakarta yang belum bekerja atau ingin mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan lebih baik untuk memanfaatkan layanan tersebut.
“Silakan warga Solo yang belum atau ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan upah yang layak. Di Rumah Siap Kerja, kita bekerja sama dengan LPK-LPK yang baik dan siap untuk menyalurkan ke dunia kerja,” kata Respati. (*Thia/***)
