Haul Al-Habib Ali Dipadati Jemaah dari Berbagai Daerah, PB XIV Cek Tenda

Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) meninjau tenda peristirahatan jemaah Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di kawasan Alun-Alun Utara Karaton Surakarta Hadiningrat, Sabtu malam, 3 Oktober 2026 hingga Minggu dini hari, 4 Oktober 2026. PB XIV berdialog dengan jemaah dari berbagai daerah untuk memastikan mereka dapat beristirahat dengan aman, nyaman, dan tertib. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, SURAKARTA— Rangkaian Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo, Jawa Tengah, menarik jemaah dari berbagai daerah. Sebagian jemaah menggunakan tenda-tenda di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai tempat beristirahat selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Haul yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di Masjid Riyadh Solo, Jalan Ibu Pertiwi/Jalan K.H. M. Mashudi, Pasar Kliwon, Surakarta. Lokasi kegiatan berada tidak jauh dari kawasan Keraton Surakarta.

Kehadiran jemaah dari luar daerah terlihat dari sejumlah rombongan yang menempati tenda di sekitar Alun-Alun Utara. Mereka antara lain datang dari Gondang Wetan, Pasuruan, dan Ngariboyo, Magetan, Jawa Timur, serta Semarang dan Tegal, Jawa Tengah.

Di tengah kegiatan tersebut, Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) meninjau tenda-tenda jemaah pada Sabtu (3/10/2026) malam hingga Minggu (4/10/2026) dini hari. PB XIV berbincang dengan jemaah sekaligus melihat kondisi tempat mereka beristirahat.

Braj Lung Ayu, cucu Sri Susuhunan Pakubuwono XII sekaligus kerabat PB XIV, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan secara spontan setelah PB XIV ingin melihat kondisi jemaah yang bermalam di sekitar Keraton.

“Kegiatan Mas Sunan (PB XIV) kali ini mendadak. Tadi malam Mas Sunan atau Sinuwun ingin mengecek ke tenda-tenda untuk memastikan jamaah atau peserta Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi bisa tidur dengan nyaman, aman dan tertib,” ujar Braj Lung Ayu.

Menurut Braj, Keraton Surakarta mendukung kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah. Keraton, kata dia, juga berupaya mengayomi masyarakat yang datang ke Solo.

“Pada prinsipnya Keraton Surakarta mengayomi semua masyarakat Indonesia, termasuk dalam kegiatan ini. Apa yang bisa digunakan untuk kegiatan positif kemasyarakatan pasti akan kami dukung,” katanya.

Rangkaian haul menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang mempertemukan jemaah dari berbagai wilayah di Solo. Selain mengikuti kegiatan utama di Masjid Riyadh, sebagian jemaah bermalam di kawasan sekitar lokasi kegiatan, termasuk tenda-tenda yang disediakan di kawasan Alun-Alun Utara.

Kehadiran rombongan dari luar kota membuat kawasan sekitar Keraton Surakarta turut dipenuhi aktivitas jemaah hingga malam dan dini hari. PB XIV kemudian turun langsung untuk melihat kondisi mereka selama mengikuti rangkaian haul.

Braj juga mengaitkan dukungan Keraton terhadap kegiatan masyarakat tersebut dengan sejarah Keraton Surakarta dalam perjalanan awal Republik Indonesia. Pada 1 September 1945, Sri Susuhunan Pakubuwono XII bersama K.G.P.A.A. Mangkunegoro VIII menyatakan dukungan terhadap Republik Indonesia. (*Thia/***)